Jalin Kekompakan Keluarga dengan Permainan Tradisional

Lailatun Ni'mah
Karya Lailatun Ni'mah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Februari 2017
Jalin Kekompakan Keluarga dengan Permainan Tradisional

Rutinitas yang padat sudah menjadi tontonan keseharian warga ibu kota dan sekitarnya. Beragam aktivitas pekerjaan menyita banyak waktu untuk sekedar saling menyapa antar keluarga, teman juga tetangga. Menyikapi hal ini, berbagai macam cara bisa dilakukan guna tetap mempererat tali silaturahmi seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Atrah Kertowedono pada Minggu, 26 Februari 2016 di Pendopo Utama Pulau Situ Gintung. “Ini adalah acara family gahtering dengan tema piknik ceria. Dimana tujuan utamanya untuk mempererat tali silaturahmi namun dengan acara yang santai,” tutur Ani, selaku pembawa acara dalam kegiatan tersebut, Minggu (26/02).

Acara yang dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB ini  dihadiri oleh komunitas Kampoeng Hompimpa. Komunitas ini bertugas untuk mengisi acara dengan berbagai macam perlombaan permainan tradisional. Sebelum perlombaan dimulai, salah satu founder Kampoeng Hompimpa, Ahmad Muslih, memperkenalkan sekaligus memberikan penjelasan tentang jenis-jenis permainan tradisional serta cara memainkannya.

Setelah pengenalan serta penjelasan selesai, peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi booth kampoeng hompimpa yang berisi berbagai macam jenis alat permainan. Egrang dan otok-otok bambu adalah salah satu permainan tradisional yang nampak diminati para pengunjung. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung yang antusias mencoba alat tersebut untuk dimainkan. “Bermain engrang itu seru. Sekalipun sering jatuh, tapi rasanya masih berminat mencoba lagi,”ungkap Ryo salah seorang pengunjung booth.

Memasuki acara selanjutnya yaitu perlombaan permainan tradisional. Perlombaan yang dipandu oleh tim dari kampoeng hompimpa ini dibagi atas dua kategori, yaitu kelompok dan individu. Untuk kategori kelompok dilakukan secara estafet, dimulai dari benteng-bentengan, engklek, bakiak kayu, bakiak batok dan diakhiri dengan lompat karet. Sedangkan untuk kategori individu, permainan yang dilombakan adalah gasing dari Yogyakarta yang dimainkan oleh anak-anak yang usia nya sekitar 5-10 tahun.

Setelah rangkaian perlombaan usai, kini panitia telah memperoleh satu pemenang untuk diberikan hadiah yang telah disiapkan. Keluarga yang dinobatan sebagai pemenang ini juga mendapatkan gelar sebagai keluarga terkompak pada Family Gathering kali ini. Keakraban dalam kegiatan ini nampak semakin kentara, apalagi dengan diadakannya rangkaian perlombaan. Antusias para peserta lomba perminan tradisonal telah memberikan warna tersendiri bagi kesuksesan acara kali ini. “Kesuksesan acara ini juga berkat campur tangan kalian,”ungkap Ani kepada tim Kampoeng Hompimpa. “Salut dengan kegigihan kalian dalam melestarikan permainan tradisonal di jaman sekarang. Terus ditingkatkan semangatnya dan lebih bagus lagi jika bisa menularkan kepada anak-anak muda lainnya,”tambahnya, Minggu (26/02).

  • view 133