Ibu dan Akuntansi Manajemen: Lower Cost High Quality (2)

Lailatul Sya'diyah
Karya Lailatul Sya'diyah Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 September 2016
Ibu dan Akuntansi Manajemen: Lower Cost High Quality (2)

 

Nggak sadar dari kemaren bahas Ibu dan AKMEN ini kata temen malah bahas parenting. Yah… saya sendiri malah nggak sadar tuh. Saya nulis ini niatnya cuman mau belajar lagi aja. Review mata kuliah yang udah lama banget nggak kesentuh, bahkan terlupakan, pisss. Ya, biar otak nggak nganggur aja, kan sayang otak nganggur lama-lama olengg :-P :-P :-P Ya sudah tetep lanjut bahas ini aja, sampai tenggat waktu yang ditentukan, hehe. Kalau ada banyak sedikit yang keliru pembahasannya mohon maaf. Maklum ini juga masih belajaran, Mbak.e…

 

Ibu dan Akuntansi Manajemen: Lower Cost High Quality (2)

#SarapanKataKMO04

 

Nah, sekarang adalah pentingnya lower cost (biaya rendah) dalam sebuah perusahan dengan perjuangan dalam sebuah keluarga. Apa relevansinya? Ada rasa takut untuk membahas ini. Nanti dikiranya malah sok menggabung-gabungkan. Padahal, ya… emang gitu kali, ya??? Hehe. Enggak kok yang jelas pengen belajar saja.

Biaya rendah sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Tujuan dari biaya sendiri nantinya oleh perusahaan adalah sebagai bahan penetapan harga produk. Dan tidak bisa terlepas dari STP (segmenting, targeting, positioning) perusahaan itu sendiri.  Jadi, pemilihan biaya yang rendah sangat diperlukan pergerakan-pergerakan operasional dalam perusahaan.

Biaya rendah bisa didapatkan dengan memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dengan kualitas yang relatif sama dibandingkan dengan para pesaingnya. Untuk menjalankan strategi ini, perusahaan perusahaan perlu memiliki economic scale lebih tinggi atau memiliki keunggulan dalam produktifitas. Kemudian strategi ini memiliki dua macam strategi turunannya: (1) produk dijual dalam rata-rata harga industry untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari pesaing dan (2) produk dijual dibawah rata-rata harga industry untuk meraih market share yang lebih luas ( najlapinky.blogspot.com/2010/04/strategi-biaya-rendah).

Bisa jadi, salah satu contoh nyata perusahaan yang sudah menerapkan strategi ini, ya GoJek itu. Jasa layanan ojek online yang saat ini meraih 50% dari market share-nya. Fantastis. Dengan mengalihkan biaya advertising konvensional untuk subsidi drivernya (jaket Gojek warna hijau, helm, dan safety ready lainnya), maka pihaknya sudah bisa sekaligus melakukan promo dimana-mana tempat para driver berlenggang.

Kaitannya Akuntansi Manajemen dengan Ibu. Bukan berarti untuk menjadikan keluarga bahagia tolok ukurnya orang lain harus iri. Bahkan sampai ada meme yang mengatakan “jangan bilang dirimu bahagia, sebelum melihat orang lain iri terhadapmu”. Ya Allah, kalau itu sih keterlaluan banget. Intinya buatlah kualitas menurut ukuran sendiri dalam membina keluarga. Jangan mudah iri melihat kesuksesan orang lain. Dan berusaha untuk selalu menjadi keluarga yang berkualitas. Jangan melulu mengurus urusan orang lain.

Wallahu’alam.

 

#1000penulismuda

#KMOIndonesia

 

  • view 263