Ibu dan Akuntansi Manajemen: Lower Cost High Quality (1)

Lailatul Sya'diyah
Karya Lailatul Sya'diyah Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 08 September 2016
Ibu dan Akuntansi Manajemen: Lower Cost High Quality (1)

#SarapanKataKMO03

 

Setiap perusahaan yang berba­sis industri diharapkan dapat melaksanakan tuntutan konsumen yang sama dengan motto dari globalisasi yaitu “lower cost dan high quality” dalam setiap produk yang dihasilkan. Untuk itu perusahaan dituntut semakin meningkatkan kemampuan dan keunggulan kompetitifnya sesuai dengan tuntutan pasar.  Salah satu faktor dari keunggulan bersaing tersebut adalah kualitas (Usman, 2011).

Satu paragraf kutipan diatas meyakinkan kita bahwa kita sedang dalam masa-masa persaingan global yang sangat tajam. Ada banyak hal yang harus kita perhatikan untuk tetap bertahan dalam keunggulan kompetitif. Dan semuanya berawal dari kualitas produk yang dimiliki.

Kemampuan setiap perusahaan memang sangat berbeda dalam mendefinisikan keunggulan kompetitif, sesuai dengan teori Porter (2008) keunggulan kompetitif meliputi tiga desain yaitu: strategi keunggulan biaya, strategi diferensiasi, dan strategi fokus. Perusahaan dalam menetapkan staregi tersebut bisa condong pada salah satunya. Hal itu nantinya akan menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah perusahaan juga.

Lalu, apa hubungannya antara ekistensi perusahaan dengan peran Ibu. Ya, disini kita akan membahas satu persatu. Dimulai dari salah satu faktor dari keunggulan bersaing adalah kualitas. Kenapa ini menjadi peran Ibu. Karena saya melihat banyak Ibu yang begitu keras perjuangannya untuk menjaga kualitas keluarga. Dengan berpegang pada motto lower cost berarti adalah sebuah kesederhaan, karena sebuah perjuangan itu tidak membutuhkan hal yang mewah, glamour, dan high class. Perjuangan itu harus berdarah-darah. Kalau mewah ya, namanya jualan Bakmi “MEWAH” (ups bukan endorse).

Dengan lower cost untuk meraih high quality. Satu kalimat cantik ini jangan sampai rancu dengan teori ekonomi klasik yang mengatakan “dengan modal sekecil-kecilnya untuk meraih laba sebesar-besarnya.” Harus saya tegaskan lagi, bahwa kedua kalimat ini sangat berbeda. High quality yang ditargetkan berarti kita harus bisa memodifikasi, mengelola, dan mengupayakan hal yang sederhana namun memiliki nilai lebih. Perlu diketahui juga bahwasanya menjual produk itu bukan hanya bertujuan untuk menjual produk dan dapat untung saja. Tapi, kita sedang menjual “value”.

Terakhir, itulah beratnya tugas Ibu. Ibu hadir dengan kesederhaan. Semua Ibu nggak ada yang berkemewahan, tapi lihat beliau bisa merubah kesederhanaan itu dengan keluarga yang berkualitas tinggi.

 --bersambung…

Wallahu’alam

 

#1000penulismuda

#KMOIndonesia

 

Dilihat 120