Kenapa Memilih Kuliner? #KMOIBatch6

Lailatul Sya'diyah
Karya Lailatul Sya'diyah Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 11 Juni 2016
Kenapa Memilih Kuliner? #KMOIBatch6

Tugas 4: Tugas KMO: 

www.kmoindonesia

Pemateri: Ernawati Lilys www.ernawatililys.com

Kenapa Memilih Kuliner?

Kebutuhan hidup manusia seringkali bisa berubah. Kebutuhan hidup memamng harus disesuaikan dengan bagaimana kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan hidup manusia meliputi tiga kebutuhan dasar yakni, sandang, pangan, dan papan. Sesuai dengan urutan dari tiga kebutuhan dasar tersebut, maka orang juga akan memenuhinya secara berurutan. Pertama kebutuhan sandang, orang pasti lebih dulu memenuhinya sebelum pangan dan papan. Karena tidak mungkin seseorang menjalankan aktivitasnya tanpa memakai pakaian (sandang). Terang saja ini adalah kebutuhan utama yang sangat urgen untuk dipenuhi.

Kedua, pangan. Orang tidak akan bisa hidup jika tidak memenuhi kebutuhan perut satu ini. Bagaimana mungkin seseorang akan hidup tanpa makan. Sudah barang tentu orang akan memenuhi kebutuhan pangan setelah sandang terpenuhi. Kemudian papan, kebutuhan ini juga urgen untuk dipenuhi. Namun, ini masih bisa mendapat urutan ketiga setelah sandang dan pangan.

Namun, ada beda dari segi kuantitatif antara kebutuhan sandang dan pangan, yakni untuk pemakaian sandang kadang orang akan membeli setidaknya sebulan sekali atau bisa lebih. Berbeda dengan kebutuhan dasar kedua yakni makan, yang harus dipenuhi setiap harinya. Bahkan, sehari tiga kali.

Kebutuhan akan pangan yang selalu mendesak inilah maka dijadikan sebagai peluang bisnis bagi para pebisnis pemula maupun pebisnis senior. Hal ini juga terjadi karena mudahnya para pebisnis tersebut dalam mengelola strategi awal bisnisnya. Pertama untuk pemilihan tempatnya, orang dapat memanfaatkan teras depan rumah makan yang masih kosong untuk disewakan. Nah, hal ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk setidaknya belajar untuk membuka bisnis makanan kecil-kecilan. Orang bisa membuka lapak berupa gerobak untuk memmulai berjualan.

Namun, seiring berkembangnya zaman, selain ada kebutuhan pokok juga ada kebutuhan sekunder yang mendukung kebutuhan pokok tersebut. Salah satu kebutuhan sekunderpun saat ini sudah mulai berubah di mata masyarakat. Sebagian orang sudah merubah kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan pokok.

Akhir-akhir ini kebutuhan akan berwisata sangat banyak digandrungi oleh orang-orang. Hal ini menjadikan kebutuhan akan berwisata yang dulu masih sebagai kebutuhan sekunder, saat ini telah berubah menjadi kebutuhan pokok. Bahkan saat ini orang mulai menyisakan waktu dan budgetnya untuk refreshing secara tersendiri. Maka dari itu sangat besar sekali peluang untuk membuka usaha di bidang wisata.

Wisata banyak sekali jenisnya. Mulai dari wisata yang berbentuk wahana, wisata alam, bahkan yang saat ini sedang tenar yakni wisata kuliner. Wisata kuliner inipun ada berbagai macam jenisnya lagi. Ada makanan ringan, makanan dengan menu-menu fast food, makanan khas daerah, minuman khas, makanan oplosan, dan lain sebagainya.

Yang menarik lagi saat ini bukan hanya kota yang mendapat julukan kota kuliner yakni Bandung saja yang terkenal dan ramai kulinernya, namun di beberapa daerah saat ini juga sudah mulai memberi perhatian khusus pada kuliner. Di Malang misalnya, selain dijuluki sebagai kota pendidikan, juga banyak sekali kuliner-kuliner yang memiliki segmentasi mahasiswa.

Wisata kuliner di kota Malang menunjukkan geliatnya yang begitu nyata. Dari waktu ke waktu bisnis kuliner itu semakin ditunjukan dengan banyaknya pedagang makanan minuman  yang bermunculan dengan bermacam inovasi yang ditampilkan. Tak dapat dipungkiri bahwa bisnis kuliner adalah bisnis yang selalu diminati konsumen. karena makanan merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Hal ini menjadikan wirausaha kuliner harus benar-benar bersaing.

Wisata kuliner di kota Malang yang memiliki segmen mahasiswa juga dikonsep sesuai dengan selera dan kebutuhan mahasiswa. Seperti misalnya tempat duduknya yang cocok dipakai untuk berkumpul bersama teman-teman, sahabat, maupun bisa juga untuk berkumpul mahasiswa yang berorganisasi.

Suasana yang ditampilkan juga sangat menarik sebagai tempat istirahat atau singgah bagi mahasiswa.  Selain itu yang tidak kalah penting dari konsep segmen mahasiswa adalah harga yang terjangkau. Karena mahasiswa akan sangat memperhatikan hal ini. Mahasiswa akan memilih harga yang terjangkau atau menengah ke bawah dengan suasana yang lumayan bersahabat.

Tidak lupa juga fasilitas lain yang harus mencukupi, seperti area parkir yang luas, karena mengingat mahasiswa akan datang ke tempat kuliner bersama teman-temannya. Jadi mereka bisa dengan leluasa memarkir kendaraannya dengan aman. Fasilitas yang tidak kalah penting lainnya adalah free hotspot. Ini adalah salah satu fasilitas unggulan jika menentukan segmen mahasiswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa rumah makan, kafe, hingga warung kopi di kota Malang sebagian besar menyediakan fasilitas free hotspot.

 

  • view 81