Petisi Sederhana Untuk Mandala Yang Agung

Lailatul Sya'diyah
Karya Lailatul Sya'diyah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 07 Mei 2016
Petisi Sederhana Untuk Mandala Yang Agung

Ya Allah, saya yakin hanya Engkau Pelindung Yang Maha Pelindung di dunia ini bahkan hingga akhirat kelak. Ya Allah, akhir-akhir ini Engkau pasti sangat kecewa dengan umat di negeri kami. Ya Allah, Maafkan kami yang membuat gempar dunia seisinya baik dunia maya maupun dunia nyata dengan sesuatu yang buruk. Ya Allah, Maafkan kami jika kami masih suka menghujat sesama saudara. Ya Allah dan juga maafkan kami karena belum bisa menegakkan keadilan itu sesuai dengan yang Engkau ajarkan pada kami.

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, setelah saudara perempuan kecil kami Yuyun (14) kembali kepada-Mu beberapa waktu yang lalu. Dan mungkin kembalinya dia bukan dengan jalan yang Kau ridhoi. Dia hanya pulang sekolah ya Allah, seperti anak perempuan lainnya. Dia hanya pulang sekolah seorang diri. Begitupun dengan kami yang seringkali pulang sekolah atau dari kampus sendirian. Dan tak jarang kami pulang kampung juga sendirian. Tapi kenapa ya Allah segerombol berandalan itu dengan bengisnya berbuat… ah,, bahkan mengatakannyapun kami tak sanggup.

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, setelah saudara perempuan kami Feby Kurnia juga telah kembali kepada-Mu dengan jalan yang sangat tragis. Dia harus meregang nyawa di kampus-Nya sendiri. Kampus bagi kami adalah rumah kedua kami, lalu bagaimana ketika rumah sendiri tidak aman lagi. Kemana lagi kami harus mencari tempat perlindungan?

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, setelah ibu kami Ibu Nur Ain Lubis kembali kepada-Mu beberapa waktu lalu. Beliau juga harus kembali dengan jalan yang sangat menakutkan, ya Allah. Beliau hanya ingin mendidik mahasiswanya untuk menjadi mahasiswa yang bernilai tapi apakah harus segelap mata itu dia membalas seluruh kasih sayang seorang Ibu. Apakah sekarang sudah tidak ada lagi seorang anak yang menyayangi dan menghormati ibunya.

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, dibelahan dunia lain tapi kami bisa melihat dengan mata kepala sendiri di sosmed kami saudara perempuan, Ibu, dan anak-anak kecil di Aleppo menahan seluruh sakit fisik dan mental menghadapi kerusuhan yang tak kunjung berujung. Bahkan sekedar menutup auratpun sangat susah bagi mereka setelah reruntuhan di bangunan itu dan mereka masih sanggup melakukan berbagai upaya untuk tetap menutup aurat. Ya Allah sekarang kami berpijak di dunia yang tak lagi membela kami.

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, kepada siapa lagi kami harus meminta perlindungan kecuali kepada-Mu? Dan pada manusia?? Kami masih bisa berlindung pada orang tua kami, tapi mereka terlampau tua, Ya Allah. Untuk melindungi, bahkan kami hidup jauuuuh dari mereka. Sudah saatnya kami yang melindungi mereka, tapi kami hanyalah wanita lemah yang mudah disakiti ya Allah.

Ya Allah kami para perempuan lemah ini sangat ketakutan, kami hanya ingin bertanya kepada-Mu apakah tidak ada lagi sekarang lelaki yang bisa dipercaya. Tiga perempuan dalam waktu yang berdekatan harus meregang nyawa di tangan seorang lelaki. Dengan cara yang sadis. Dengan cara yang paling tidak bisa kami bayangkan. Tentu engkau sangat tahu kelembutan hati kami, karena Engkau yang Menciptakan kami. Melihat setetes darah mengucurpun kami menangis apalagi harus melihat kucuran darah hingga tetes darah penghabisan itu. Lalu apa yang harus kami perbuat untuk melindungi diri kami, Ya Allah.

Cukupkah hukuman yang setimpal itu? Adakah hukuman yang setimpal dengan menghilangkan nyawa selain dengan hukuman mati. Yakinkan kami, Ya Allah. Kami masih punya Engkau. Dan hanya kepada Engkaulah, kami berlidung. Ya Allah, kami akan terus berharap kepada-Mu. Lindungilah kami dimanapun kami berada. Ya Allah, kami benar-benar takut. Menjejakkan kaki di bumi ini. Ya Allah.

Mohon TUHAN, Sampaikan petisi sederhana ini pada mereka yang masih punya hati nurani.

 

 


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Petisi tegas dibalut dengan bahasa yang lembut dan sopan tanpa ada caci tapi mencaci mereka yang tak berhati nurani.

    *Salim,____
    ____Dinan::

    • Lihat 4 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    UP!


    *bagian ending bisa di-bold atau ganti heading lho mbak, biar agak besar, atau BESAR mencolok sekalian tulisannya