BELAJAR PADA KESETIAAN MALAM

Lailatul Sya'diyah
Karya Lailatul Sya'diyah Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Maret 2016
BELAJAR PADA KESETIAAN MALAM

Pernahkah anda merasa sedih? Pernahkah anda merasa menjadi orang paling buruk di dunia? Pernahkah anda merasa dihianati? Pernahkah anda merasa semua teman anda telah pergi meninggalkan anda? Pernahkah terbersit dalam benak anda untuk mencari teman baru yang lebih asyik, menenangkan, nyaman, dan setia? Hingga merasa bosan dengan teman yang anda miliki sekarang?

Ya, semua orang sedikit banyak, sering ataupun jarang akan mengalami hal semacam itu. Namun, kita harus tahu dan sadar betul tentang sebuah kerendahan nasib itu tak layak sedikitpun mampir di pikiran kita, apalagi sampai kebawa perasaan alias baper.

Ketika kita sudah mentok-mentoknya enggan berjumpa dengan sesama manusia untuk menumpahkan kekesalan sebab malu, malas, dan jengkel dengan orang lain, hal yang paling tepat adalah kembali kepada Sang Pemilik Jiwa ini. Kejengkelan, kenestapaan, merasa terhianati, dan kesedihan lainnya akan terasa ringan sekali ketika kita benar-benar mengadu pada Sang Pemilik Jiwa ini. Tak ada yang paling mengerti diri kita kecuali kita sendiri dan Sang Pemilik Jiwa ini.

Sang Pemilik Jiwa pun sangat mempesona. Ia telah menitipkan secercah rasa rindu pada makhluknya melalui ajudannya yang paling setia. Sang ajudan akan selalu menyampaikan rasa rindu makhluk pada Sang Pemilik Jiwa. Bukan hanya keluh kesah yang ia terima, namun juga sebuah permintaan yang tidak kecil akan ia dengarkan. Dan janji sang Pemilik? Jiwa yang akan selalu mendengar apa yang kita keluhkan, pun juga apa yang kita minta. Sang pemilik Jiwa tidak akan pernah ingkar. Sang Pemilik Jiwa senantiasa menjawab apa yang kita pinta. Subhanallah.

Dalam meminta dan mengadu juga harus dengan penuh kelembutan, bak kita masih kecil dulu pernah diajari ibu kita bagaimana cara meminta mainan kepada ayah. Harus dengan lembut dan sedikit memuji ayah. Sama seperti halnya meminta pada Sang Pemilik Jiwa, makhluk juga harus tahu, saat meminta juga dengan penuh keihlasan serta suara dan hati yang lembut.

Sang ajudan yang telah disebut diatas tidak akan pernah ingkar, ia akan selalu konsisten, karena sang ajudan itu adalah ?Sang Malam?. Malam tidak akan pernah meninggalkan kita. Tapi mungkin kita yang lupa, karena terlalu banyak meninggalkan malam. Sang Pencipta sangat mencintai ajudan satu ini. Apalagi ketika ada manusia yang selalu menyempatkan untuk berkomunikasi dengan malam. Ia akan mendapat suntikan ketentraman dari sang Malam. Tidak perlu khawatir untuk diselingkuhi oleh malam. Karena malam adalah makhluk yang teramat setia pada semua makhluk yang ada di dunia ini.

Kesetiaan malam tak perlu diragukan lagi. Begitu setianya, manusia kadang mengadu seluruh tumpah ruah isi hatinya tanpa penghalang sedikitpun hingga menangis sejadi-jadinya dihadapan malam. Bukan karena terharu, namun malam terlampau dekat dengan hati ini. Jiwa ini terasa menyatu dengan malam, hingga sumsum tulang di badan benar-benar menyatu dalam pilu dalam dekapan malam. Betapa dahsyatnya kesetiaan malam.

Tak perlu meragukan kesetiaan malam. Malam selalu hadir setelah siang mulai masuk dalam peraduannya. Ketika di siang hari semua orang tertawa terbahak, menumpahkan seluruh kebahagiaan dengan berpesta dan bersenda gurau, namun lihatlah ketika malam, apa yang terjadi. Mereka hanya terlelap dan terbaring lemas, bukan. Salut untuk sang malam yang selalu setia menerima tumpahan kecapaian dan kekesalan manusia-manusia itu. Subhanallah.

Ketika siang manusia-manusia disibukkan dengan segala aktifitas duniawinya yang sangat padat, tunggulah apakah pada malam hari mereka masih terpikirkan untuk menyapa malam? Malam tak pernah sekalipun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perlakuan manusia-manusia semacam ini. Malam selalu gembira, malam selalu setia. Karena malam sudah dijanjikan kebahagiaan oleh sang Pemilik Jiwa ini. Kedudukannya sebagai ajudan Sang Pemilik Jiwa sudah teramat cukup bagi kebahagiaannya.

#Selamat menyapa malam, kawanku! Semoga malam ini penuh berkah untuk kita semua.