Menjadi Berbeda

Lai
Karya Lai  Kategori Renungan
dipublikasikan 14 Maret 2018
Menjadi Berbeda

Entah sejak kapan gaya hidup 'be different' menjadi semacam pakaian sehari-hari yang kita kenakan. Entah sejak kapan motto yang terlihat amat keren ini menjadi semacam dompet yang tak boleh ketinggalan saat kita mulai melangkah keluar rumah. Entah sejak kapan pula kita mulai resah bilamana terlihat biasa-biasa saja.

Wahai, andai saja kau tahu bahwa ada banyak hal yang akan kau korbankan jika kau menjadi berbeda. Kau tak akan lagi bisa melihat sesuatu sama persis seperti dulu ketika kau masih sama dengan yang lain, semuanya akan berbeda. Kau tak akan bisa berbicara seenak mulutmu lagi sama seperti ketika kau masih sama dengan yang lain, semuanya akan berbeda. Kau tak akan bisa. Kenapa? Karena akan banyak orang yang tak akan memahami perkataanmu, apa yang kau maksud, apa yang kau rasakan. Karena kau tak sama dengan yang lain, karena kau berbeda.

Wahai, tidak selamanya menjadi berbeda adalah hal yang baik dan keren. Tidak. Semakin kau menjadi berbeda maka akan semakin banyak orang yang tidak bisa memahamimu. 'Be different' is not the same with 'be yourself'. Kau tidak harus menjadi seseorang yang berbeda untuk menjadi dirimu sendiri. Untuk menjadi dirimu sendiri kau tidak harus memisahkan dirimu dengan yang lain. To be different is lonely journey, but to be yourself is warm and harmonious journey.

Wahai, ku harap kau akan berpikir ulang kembali sebelum memutuskan untuk menjadi berbeda. Agar ketika kau tersenyum, akan ada orang yang tahu arti dibalik senyummu. Agar ketika kau menangis, akan ada orang yang tahu arti dibalik tangismu.

Cover

  • view 117