Kalian

Lai
Karya Lai  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Desember 2017
Kalian

Kau bilang kenapa aku tidak bisa mengerti bagaimana perasaanmu sekarang ini? Bagaimana kau enggan keluar rumah jika tidak dituntut harus bekerja untuk mencari uang karena menghindar dari berbagai pertanyaan yang mungkin akan banyak orang tanyakan, “sekarang putrinya dimana bu? bekerja dimana?”

Kau bilang kenapa aku tidak bisa mengerti bagaimana perasaanmu sekarang ini? Bagaimana kau enggan pulang ke kampung halamanmu untuk menengok makam orangtuamu karena menghindar dari berbagai pertanyaan yang mungkin akan banyak saudaramu tanyakan, “sekarang putrimu dimana? bekerja dimana?”

Tapi apakah kalian juga tahu aku mempertanyakan hal yang sama persis dengan kalian. Kenapa kalian tidak bisa mengerti bagaimana perasaanku sekarang ini? Bagaimana linglungnya aku di tengah jalan pulang ini. Bagaimana sesaknya dadaku ketika kalian terus menanyakan keadilan atas perasaan kalian kepadaku tanpa pernah mencoba memberikan keadilan kepada perasaanku. Bagaimana perihnya hatiku untuk terus menahan emosiku membicarakan ingatan-ingatan menyakitkan yang berhasil kalian ukir diatas selimut tidurku kepada kalian, hanya karena aku tak ingin membuat kalian terluka oleh jawaban perasaanku.

Bilamana kau ingat wahai, ketika kau pulang usai mencari uang dengan wajah masam tanpa aku tahu penyebabnya lalu menjawab setiap pertanyaan rinduku akanmu seharian itu dengan kata-kata ketus dan umpatan-umpatan kasar yang tak seharusnya kau layangkan padaku hanya karena kau sedang ingin marah. Kau tahu bagai disambar petir hatiku, hangus dan menghitam.

Bilamana kau ingat wahai, ketika kabar tentangmu melakoni perbuatan tak sepantasnya terdengar lagi olehku, untuk kesekian kalinya lagi kau meminta maaf padaku dan berjanji ini tak akan terulag lagi, tapi apalah dayaku jika janji yang kau berikan tak pernah ingin kau coba tepati. Kau tahu bagaimana hancurnya perasaanku waktu itu? Aku bahkan segera berdoa pada Tuhan untuk mengajakku pulang saja, entah surga entah neraka.

Coba tanyakan pada diri kalian sendiri terlebih dulu sebelum bertanya padaku. Kalian yang hanya menilai sesuatu dari apa yang bisa kalian lihat dengan mata telanjang tidak akan pernah mengerti juga apa yang akan aku jelaskan pada kalian. Karena kalian hanya melihat apa yang ingin kalian lihat dan mendengar apa yang ingin kalian dengar. Sisanya, tidak penting.


Cover credit : google

  • view 17