Cerita Tentang Seorang Pemuda

Lai
Karya Lai  Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 September 2016
Cerita Tentang Seorang Pemuda

Tak ada gerakan. Hanya matanya saja yang jauh menerawang ke suatu penjuru. Walaupun begitu napasnya naik turun tak menentu. Napasnya berat. Mungkin seberat angan-anggannya yang terseok terus naik ke hamparan langit mimpi. Semakin lama tentu semakin berat saja, tak mampu mengalahkan gravitasi kenyataan yang begitu besar. Tapi begitu ia terus mencoba.

Lelah, ia menundukkan pandangan. Pikirannya kembali kacau. Ia sudah berusaha sekuat apapun, akhirnya terhempas juga angan yang tumpul itu. Bajunya sudah kusut itu jadi terlihat semakin kusut. Tangannya meremas angan yang sudah jatuh berserakan. Napasnya tak lagi berat, bahkan lebih terlihat tak ada angin yang dibuang. Sorot matanya kembali hampa, pasrah menerima kenyataan yang dilihatnya.

Hidup ini memang begini. Kenyataan tak mesti bisa seindah angan. Pasti ada sebatas jarak yang menjembatani. Terlebih baginya. Seorang pemuda yang terduduk sendiri di pojokan. Seorang pemuda yang amat berbeda dari pemuda-pemuda lainnya. Seorang pemuda yang hanya bisa mengamati dan membayangkan. Seorang pemuda yang hanya bisa merasakan indah dunia sebatas pandangan dan suara. Tapi hatinya tetap sama, kosong. Seorang pemuda yang akhirnya beranjak mendorong kembali troli semen bangunan yang kosong untuk bisa diisi kembali.

  • view 276