Dua

Lai
Karya Lai  Kategori Project
dipublikasikan 06 September 2016
Dear Mom

Dear Mom


You always want me to say something to you. You always want me to tell you about my thoughts, about me. I always try, but end up I couldn't. So I write to you about it, about things you want to know.

Kategori Acak

785 Hak Cipta Terlindungi
Dua

While my mind is tricking me and lead me to such emotion, I’ll write you words so you can understand the emotion, at least. 

Mom, aku pikir menjadi kuat bukanlah segalanya. Begitupun menjadi sabar, itu juga bukan segalanya. Semua ada batasnya Mom. 

Aku tahu hidup tidaklah mudah Mom. Kadang kita kecewa, kadang kita butuh marah, kadang kita merasa ingin sekali menyerapahi sesuatu. Luapkan, lepaskan, karena nasib baik tak selamanya berpihak, kita berhak bukan? Dan kau selalu bilang bahwa sabar adalah dasar menjalani hidup yang tidak mudah ini. Aku tahu. Aku mencoba menjadi pribadi yang sabar. Aku mengerti kecewamu, aku mengerti marahmu, aku bahkan juga mencoba mengerti sumpah serapahmu. Aku cukup sabar Mom.

Aku tahu alur hidup layaknya permainan roller coaster. Kadang kita melaju dengan cepat, kadang juga tidak. Kadang kita berada dipuncak, kadang juga tidak.  Luapkan, lepaskan, karena nasib baik tak selamanya berpihak, kita berhak bukan? Lalu kau selalu bilang bahwa kuat adalah dasar lain untuk menjadi hidup yang naik turun ini. Aku tahu. Aku juga mencoba menjadi pribadi yang kuat. 

Tapi Mom, kini aku rasa sabarku sudah tak ada lagi. Kuatku juga. Aku lelah Mom. Aku ingin menyerah. Tapi setiap kali aku akan menyerah, rasa takutku selalu menggagalkannya. Rasa takut jika kau juga akan kehilangan sabar dan kuat jika aku menyerah. Pada akhirnya aku terus menggantunggan sabar dan kuatku di tepian rasa takutku.

  • view 260