Satu

Lai
Karya Lai  Kategori Project
dipublikasikan 06 September 2016
Dear Mom

Dear Mom


You always want me to say something to you. You always want me to tell you about my thoughts, about me. I always try, but end up I couldn't. So I write to you about it, about things you want to know.

Kategori Acak

634 Hak Cipta Terlindungi
Satu

Dear mom, hari ini lelah jadi teman sejati. Rasa-rasanya sedari semalam lelah hanya mengunjungi sebentar untuk mengantarku tidur, tapi saat aku membuka mata fajar tadi, lelah ternyata masih menungguiku. Tapi dering jam weker di seberang sisi ruangan mau tak mau membuatku beranjak dari tempat tidurku. Aku melawan lelah yang halus berbisik membujukku untuk menunggu sebentar lagi dan diam diatas tempat tidur sambil memenjamkan mataku karena lelah bilang dia akan segera pergi. Aku tak menghiraukan lelah. 

Aku pikir lelah akan pergi sesaat setelah aku mematikan jam weker dan berjalan keluar kamar mengambil air wudhu. Tapi mom, lelah ternyata masih menungguiku bahkan setelah aku selesai panjatkan doa-doa sepertiga malamku. Lelah menghampiriku, berbisik kalau ia akan menungguiku sebentar lagi sampai paling tidak langit terlihat lebih terang.

Aku tak bisa memastikan apakah lelah menepati janjinya atau tidak, karena sebelum langit menjadi begitu terang, aku memutuskan pergi ke dunia luar. Aku kesana dan kesini, menyusuri jalanan aspal hitam yang berubah warna karena terik mentari mulai membuat embun menguap. Aku bersenandung ini dan itu, menatap setiap pasang mata yang sengaja atau tidak beradu pandang denganku. Lalu setelah langit tak menjadi seterang tadi, aku memutuskan pulang.

Sebelumnya, aku yakin betul bahwa lelah pasti sudah pergi. Tapi mom, saat kubuka pintu kamar, lelah bilang dia masih ingin bersamaku walaupun seharian aku sudah mengacuhkannya dan meninggalkannya di kamar sendirian. Mom, aku harus bagaimana? Apakah aku akan kalah dari lelah? Apakah aku masih harus bertahan atau sudahi menyerah saja?

Dilihat 209