Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 7 April 2016   13:44 WIB
Sajak-Sajak Rindu

?

Kereta pagi menuju Kotabumi

?:Catatan? kecil dari ?Tanjung ?Karang

?tanpa kusadari sepotong cinta tergeletak di setasiun

sepertinya ia akan menyeretku kembali

sebab bukit randu masih menyimpan rindu

dari setasiun kesetasiun masih kurasakan betapa pandai engkau membujukku

untuk tetap setia kepada waktu yang tersembunyi di kotamu

?

Mengenang? Hujan

? :suara hujan

lalu engaku rasakan betapa rindu telah menengelamkan kapal mimpi, bertubi-tubi gemercik hujan

mengoyang-goyangkan ingatan

sepotong senja menangis di balut rinai

pohon-pohon? basah seperti engkau mengenang kejadian

dalam genangan masalalu

?hujan menghiburmu tapi tik-tok jam telah memisahkan namanya?

tertidur di pangkuan bumi yang? terdengar hanya tik,tik,tik rindu dalam kelambu

?

Secangkir kopi

disebabkan oleh: Jokopin

bagiku kopi adalah candu yang paling sahdu

menikmati secangkir kopi dan sepotong senja yang berbalut gerimis

puitis bukan lalu? kita pandang kotamu dari atas bukit rindu nampak tersenyum sumringah penuh isyarat yang harus segera di tafsyirkan?dan tafsyirnya

seperti pesanmu bahwa setiap rejeki harus di rayakan dengan secangkir kopi

seblum lima menit tiba pesanmu sudah menyatu di hitam kopiku, hitam puisiku

dan kau punya bermacam-macamkopi

kau pilih kopi yang mana katamu

aku pilih kopi Lampung kataku sebab aromanya mengingatkanku pada wajah ibu

yang gemar membujuku untuk menjadi sahdu.

?

Pada Suatu Pagi

Ketika terdengar kicau burung cahaya menrobos celah jendela ada sunyi

tak sempat bicara kepada hati bibir bergincu celoteh suara tasbih menggema

kedalam jiwa ruh tersungkur ada pagi yang masih tersisa dari angin subuh

air membasuh keringnya jiwa

daun-daun berselimut embun masih mengantuk

memungut huruf-huruf doa

dinyanyikanya pagi oleh waktu yang kian jauh dari dering rindu

?jejak-jejak mata masih mengintai kemana perginya kapal-kapal yang membawa setumpuk

cinta sepagi ini pelabuhan riuh oleh sepasang burung, dan kunang-kunang

menunggu kedatangan pagi? yang membawa sepi.

?

Aku Ingin

aku ingin doa yang takpernah putus asa

dalam dering tasbih yang memangil hati di jadikanya sunyi

aku ingin mencintaimu dalam sepi tanpa basa-basi

di jadikanya ruang suci dari ?cinta semestinya

dalam baling-baling kehidupan semesta

cinta ada.

Karya : Anang Kurniawan