ATBM Ku Berfungsi #CeritaTenunTangan

Irfan Kriyaku.com
Karya Irfan Kriyaku.com Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 21 Maret 2016
ATBM Ku Berfungsi #CeritaTenunTangan

Gini ceritanya, sudah hampir 2 bulan saya observasi tentang alat tenun bukan mesin (ATBM) karena saya pengen banget belajar tenun pada saat membaca beberapa artikel tentang tenunan yang berseliweran di internet bahwa banyak generasi muda Indonesia tidak ada niatan untuk melestarikan kebudayaan indonesia ini.

Dan beberapa daerah pengrajin tenun pun sudah meninggalkan nya dan berpindah usaha yang lebih menghasilkan dan mencukupi kebutuhan hidup mereka, hingga sejarah dan motif tenun itu mulai punah, seperti hampir terjadi di Toraja. Baca juga Dinny Jusuf, Penyelamat Tenun Toraja #CeritaTenunTangan ? ?

Jadi gak salahnya saya sebagai anak muda yang peduli tenun mencoba belajar tenun Tradisional Indonesia. Sayangnya tidak adanya literatur yang lengkap tentang kriya tekstil tenun ini di internet. Lebih banyak yang berseliweran adalah produk jadi tenun atau pedagang tenun online. Sedangkan sejarah, alat tenun,? proses pembuatan dan tuturial belajar tenun sangat-sangat minim atau malah tidak ada sama sekali.

Sampai suatu hari saya sengaja datang ke Museum Tekstil Jakarta, dan ternyata? bertepatan Festival bertajuk ?The Many Colors of Timor?s?? atau Puspa Warna Wastra Timor. Festival ini ternyata sudah berlangsung dari tanggal 10 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016, dan saya datang di hari terakhirnya.?

Festival Tenun Timor di Museum Tekstil Jakarta

Hari terakhir di Festival tesebut sepi dari pengunjung, bahkan panitia pun tidak ada dilokasi, yang ada hanya 100 helai kain tenun Timor koleksi para pencinta atau kolekor kain tenun terpajang rapih dalam bangunan tua itu.

Saking keponya saya cari pengurus Museum tersebut dan bertanya tengtang alat tenun yang harusnya terpajang dalam pameran tersebut. Ternyata alat tenun tersebut dalam hal ini ATBM bukan alat tenun Gedogan yang biasa dipakai oleh penenun Timor tidak di pajang di pameran tersebut melainkan di simpan di ruangangn kusus yang teletak jauh dibelakang gedung utama.?

Setelah masuk ke ruangan kusus yang memajang ATBM dari seluruh daerah indonesia, saya merasa kaget dan kecewa, banyak ATBM yang dalam kondisi tidak layak pakai atau tidak terurus, mungkin karena namanya museum jadi alat itu kusus dipajang gak perlu berfungsi atau di urus secara kusus.

Bangkit dari Kekecewaan.

Cie bahasanya nye lebay.. hahaha, yup keinginan dan rasa penasaran untuk menenun yang akhirnya ogut mencari sendiri. Dengan menggunakan insting ala Hacker, saya mulai mengobok-obok google dan youtube untuk mencari tau cara membuat ATBM dan proses penenunan.

Karena sulitnya mendapat data tentang ATBM Indonesia, akhirnya saya mendapat ide setelah melihat alat tenun tradisional negara Ghana. Bermodal ilmu design 3d dan juga ilmu kayu kala sekolah di STM 1 Jakarta. Akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya dengan memodifikasi bangku rusak. Tentang modifikasi alat tenun ini bisa dibaca tulisan saya disini Merakit ATBM Kente (Alat Tenun Tradisional Ghana)

?

Masalah Baru Muncul.

ATBM hasil modifikasi kursi rusak telah jadi, tapi pada saat mencoba untuk menenun, ternyata tidak bisa atau berfungsi sesuai dengan referensi video di youtube. Pusing euy, mencari dan mengubek-ubek kembali internet dan youtube tidak ada cara atau tutorial videonya.?

Akhirnye saya memutuskan untuk bertanya kepada penenun langsung, tapi siapa penenunnya? dan saya harus kemana? .

Untungnya peran media sosial yang ogut ikutin dapat membantu permasalah saya ini, yaitu sayat mendapat informasi dari instagram klo akan ada event pameran "Cerita Tenun Tangan" di Jakarta.

?

Masalah Terpecahkan

Tanpa berfikir panjang, saya datang langsung ke event Pasar Tenun Rakyat di Bentara Budaya Jakarta yang berlangsung dari tanggal 16 - 20 Maret 2016. Kesempatan untuk bertemu dan bertanya langsung dengan para penenun bisa di baca ditulisan saya dengan judul TERJAWAB ( Proses Belajar Menenun )

Apa sih masalahnya hingga saya sampe harus bertemu dengan penenun langsung ? Masalahnya adalah di Warp?.

Menurut wikipedia?warp adalah himpunan benang memanjang yang diadakan dalam ketegangan pada bingkai atau tenun. Benang yang dimasukkan over-dan-bawah benang lungsin disebut pakan, pakan, atau pengisi.

Yup, kesalahan saya pada saat memasang benang lungsin di Sisir/ Suri, yaitu seharusnya pemasangan benang lungsin ke dalam 1 sela sisir harus 2 benang sekaligus bukan 1 sela sisir di isi 1 benang lungsin. Maka nya pada saat dipraktekan benang pakan tidak bisa terjepit di benang lungsin.

Dan setelah di kasih ilmunya oleh Ibu Sumirah penenun stagen asal Sleman Yogyakarta pada saat kemarin, akhirnya saya bisa menenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin hasil modifikasi kursi kayu rusak contek atbm negara Ghana.

Belum Puas.

Alat tenun modifikasi saya ini ternyata masih belum sempurna, kenapa? karena masih kurang nyaman pada saat penenun. Sepertinya masalahnya adalah kurang tingginya sisir dan karap/ gun dan injakannya. Jadi? masih harus berfikir keras untuk memperbaikinya.. agar saya nyaman menenun dan cepat menyelesaikannya.

Klo penasaran, pantengin aja aktifitas saya disini, atau blog saya atau instagram @knitcrocweaver .

?

?

  • view 387