Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 15 Mei 2016   23:46 WIB
Jikalau Polisi Bahasa Melihat ini, Dan Keberanian Seorang Laki-laki

Sore tadi saat membuka facebook muncul diberanda sebuah postingan teman yang merupakan hasil kiriman postingan dari sebuah grup tentenga pernikahan. Sekilas saya tidak tertarik untuk mengomentari tapi setelah baca tulisan di postingan tersebut akhirnye saya nimbrung mengomentarinya. 

Di situ tertulis "Lelaki Berani", sedikit berbau tantangan bagi kelaki-lakian saya untuk mengomentarinya yaitu "saya sih siap aja.. tapi apakah si wanita dan orang tuanya siap? "

Sebelum ngebahas lebih jauh lagi, saya sebenarnya lebih tertarik dari foto postingan tersebut, perhatikan saja tulisannya yang typo alias banyak singkatan yang tidak lumrah. 

Kenapa sekarang saya lebih tertarik dengan penulisan dalam sebuah artikel atau postingan? Mungkin karena gaul di inspirasi.co ini, yang isinya lebih banyak konten tulisan dan juga ada polisi bahasa yang suka nilang kata, huruf atau kalimat yang salah. Jadi suasana di sini kebawa bilamana membaca sebuah artikel, konten, postingan dimanapun salah satunya ngebahas postingan yang jadi viral di facebook hari ini.

Bila saya perhatikan, mereka adalah orang terpelajar dan mengenal agama dan mungkin jago bahasa arabnya. Lihat aja, penyebutan kata saya menjadi ana, lamaran menjadi khitbah. Tapi kenapa ya kalimat salam yaitu wa'alikumus salam menjadi Waalaykumslm..? Jika saya coba mengedit chat dialog tersebut di atas, mungkin seperti gambar di bawah ini.

Yang saya ketahui bahwa penulisan latin arab akan berbeda makna jika salah menulis apalagi ini di singkat-singkat. Apa mungkin tulisan di chat tersebut bukan asli dan cuma sindirian kepada para jomblo? Jadi yang nulis itu adalah anak alay atau orang yang tidak tau bahasa arab? 

Ya sudahlah, gak usah di selidiki karena terlalu makan energi yang gak penting seperti saya menulis postingan tersebut dalam konten tulisan di sini hahahaha. Mending bahas isinya aja deh. 

Lelaki Pemberani 

Hmm.. sudah tahu kan isi maksud dan tujuan tulisan postingan tersebut di atas? Ya intinya sih sindirian bagi para lelaki agar berani seperti lelaki dalam chat WhatsApp tersebut dan tentunya dengan metode ta'aruf.

Sebelum membahas ke intnya, mari kita coba menganalisa kenapa muncul chat tersebut dari gaya bahasanya. 

1. Si laki-laki sudah mengenal si wanita terbukti dia memiliki no WhatsApp nya. 

2. Si wanitapun juga telah mengenal laki-laki tersebut.

3. Keungkinan keduanya adalah satu pengajian atau juga pernah berinteraksi satu sama lain jadi tidak canggung bertanya dan menjawab pertanyaannya. Jika wanita tidak mengenal si laki-laki dengan baik, kemungkinan jawaban pada saat si laki-laki bertanya tiba-tiba tentang "lamaran" si wanita akan kaget dan pasti bertanya "maksud antum bertanya seperti itu apa ya?" Jadi ada kalimat tanya jawab yang terjadi dalam chat tersebut. 

Okeh kita tidak akan terlalu jauh bahas chat tersebut benar-benar nyata atau sengaja di buat untuk menciptakan postingan di atas. 

Kembali kita coba membasa isinya dan jika kalian sebagai laki-laki menurut kalian, gimana dan apa yang kalian perbuat?

Karena saya laki-laki,  saya berani melakukan seperti itu jika memang saya siap dari sisi finasial. Yang saya maksud finasial adalah modal. Modal di sini yaitu dana untuk bantu resepsi pernikahan, maskawin dan juga seserahan. Oke jika di taksirkan mungkin total 20 jutaan dengan konsep pernikahan sederhana. 

Jika modal nekad, ya di bawah 20 juta sih gak masalah, tergantung pasangan dan juga keluarganya. Nah di sini baru deh kita bahas tentang si wanita dalam chat tersebut. 

Jadi sebenarnya tergantung mental si laki-laki dan juga tentang modal yang dia punya. Dan tentunya saya sudah mengenal calon wanita yang saya lamar. Tapi saya akan lebih berani lagi jika saya mengenal wanita tersebut dengan proses pacaran bukan proses ta'aruf atau di jodohkan.

Oh ya pacaran di sini bisa pengenalan cepat dengan kejelian kita sebagai laki-laki yang mencari calon istrinya yaitu mengenal dia dari fisik, kepribadian (ahlak dan prilaku) dan konsep serta tujuan dia jika berumah tangga atau sebagai istri. Baru lah saya bisa berani atau nekad melamar wanita yang saya inginkan menjadi istri.

Apakah Antum Yakin Ana Mau?

Di sini terlihat si wanita ragu atau menguji laki-laki tersebut. Jika pun ragu, si wanita pasti sudah tahu siapa si laki-laki tersebut. Jika pun menguji, sebatas menguji saja sih hahahaha.

Tapi jawaban si wanita ini menandakan bahwa memang tidak ada proses pengenalan seperti pacaranan pada umumnya. Dan terlihat si wanita sedikit jual mahal karena pertanyaan nya tersebut.

Terus kesimpulan dari postingan tersebut dengan pembahasan panjang lebar saya di sini apa? Hehehe apa ya?

Kesimpulannya adalah laki-laki akan siap melamar si gadis incarannya jika dia siap dalam hal finansialnya. Dan biasanya laki-laki akan siap dengan wanita yang dia kenal atau dapat di bilang pacarnya. Bahkan kadang wanita yang menantang si pacarnya untuk segera melamarnya.

Beda halnya denga proses seperti di atas. Kemungkinan akan terjadi pertanyaan seperti wanita yaitu "Apakah Antum Yakin Ana Mau?" Dan kemungkininan di terima 50-50. Sekarang tinggal kalian deh, mau pilih proses yang mana? Hahahaha..

Karya : Irfan Kriyaku.com