KISAH NYATA

Kiki Krenyess
Karya Kiki Krenyess Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Maret 2017
KISAH NYATA

      Ketenangan, ya! itu yang sedang aku alami sekarang, hanya terdengar suara angin berhembus pelan dan suara kicauan burung yang saling bersahutan seakan-akan sedang menyambut terbitnya matahari, aku sedang duduk bersila di sebuah hutan di atas batu besar dan sebagian dari batu yang aku duduki ini sudah berlumut dan menurutku itu menandakan bahwa batu ini sudah puluhan tahun atau mungkin bahkan sudah sampai ratusan tahun berada di hutan ini. Aku melihat ke sekelilingku, disini aku merasa tenang, nyaman, sejuk, dan segar mungkin karena aku dikelilingi pohon-pohon besar dan tinggi.

  Kemudian aku berdiri dari dudukku, kurentangkan kedua tanganku, kupejamkan mataku, kutarik nafasku untuk menghirup udara segar sedalam-dalamnya lalu meniupkannya lagi dengan sangat perlahan, sekali lagi aku merasakan kenyamanan yang teramat sangat sehingga aku melakukan hal itu lagi dan lagi.

       Setelah aku puas, aku membuka mata dan tanganku sudah tak lagi kurentangkan namun aku merasakan ada kejanggalan, kejanggalan itu berasal dari otakku yang memaksaku untuk berpikir dan bertanya-tanya kenapa aku bisa berada di hutan ini, apa yang harus aku lakukan, kenapa hanya aku yang berada disini, dan kenapa aku berada di atas sebuah batu besar dan tinggi ini, lalu bagaimana caranya aku menaiki batu ini, batu yang berbentuk abstrak karena dibilang bulat tidak dan dibilang oval juga tidak, apalagi kerucut sudah pasti tidak mungkin karena aku sedang berdiri diatasnya, tapi ah sudahlah aku tak peduli tentang bentuk batu ini dan kenapa juga aku harus memikirkannya, yang jelas sekarang aku sedang dilanda kebingungan tapi aku mencoba untuk tenang dan membuang semua pikiran itu, aku terdiam dan kembali memejamkan mata tanpa merentangkan kedua tanganku dan aku melakukan seperti yang aku lakukan sebelum aku merasakan kejanggalan di otakku dan sebelum pikiran itu datang bertanya-tanya padaku.

     Akhirnya aku merasakan sedikit ketenangan dan kenyamanan kembali, tapi aku malah mendengar sesuatu, sesuatu yang dari awal aku disini tidak mendengarnya, itu adalah suara gemericik air yang semakin deras atau lebih tepatnya jatuhan air dari tebing yang tinggi dan sangat deras, aku rasa itu suara air terjun, ya aku yakin itu adalah air terjun, aku harus kesana untuk merasakan kesejukan yang lebih lagi dan melihat keindahan yang membanggakan hati.
Aku melompat dari batu yang tadi aku duduki dan aku langsung berlari melewati semak belukar layaknya seekor harimau yang sedang mengejar mangsanya. sudah jauh rasanya aku berlari namun aku tidak pernah sampai ke tempat itu dan aku kembali merasakan kejanggalan dari otakku yang memaksaku untuk berpikir kembali dan kemudian muncul pertanyaan kenapa aku tidak sedikitpun merasa lelah padahal aku sudah berlari tanpa henti, tapi pikiran itu segera ku buang jauh-jauh, yang aku pikirkan sekarang dimana tempat air terjun itu berada, padahal suaranya sudah sangat terdengar jelas di telingaku tepatnya dibelakangku, aku langsung saja menoleh ke arah belakang, betapa terkejutnya aku ternyata sekarang aku sedang berada di atas air terjun dan ketika aku ingin kembali memutar kepalaku ke arah depan tiba-tiba ada seseorang yang tak ku kenal entah datang dari mana langsung mendorongku begitu saja.

     Gabruukk! (Kira-kira seperti itu bunyinya) aku membuka mata dan segera melihat ke sekeliling namun sekarang aku berada di sebuah kamar dengan dua sofa, sebuah televisi, lemari kecil bertingkat, dan beberapa buku yang berserakan dimana-mana. Damn it! Berarti yang baru saja aku alami tadi, semuanya hanya "mimpi", pantas saja semuanya terjadi begitu sangat aneh. Suara gemericik air yang semakin deras itu ternyata suara hujan yang turun membasahi bumi dan jatuhnya aku dari atas air terjun tadi ternyata aku hanya terjatuh dari sofa tempatku tidur.

      Lantas siapa yang mendorongku tadi? Ahh sudahlah itu mungkin hanya halusinasiku dalam mimpi. Kemudian aku segera bangkit menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku.

  • view 183