Terima kasih

Korrie Salsabila
Karya Korrie Salsabila Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Oktober 2016
Terima kasih

Jakarta, 14 Juli 2016

Selamat sore, sayang. Sedang apa?

Sudah menyiapkan untuk keberangkatan di hari minggu?

Selamat berjuang ya, sayang. Terima kasih untuk sudah menjadi yang sangat baik. Terima kasih selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Terima kasih telah merelakan dirimu untuk belajar dewasa bersamaku. Terima kasih sudah menjadi yang jauh lebih baik dibanding ‘masa lalu’ku.

Terima kasih atas kesabaran yang tak henti dikucurkan kala kita berbeda pendapat. Terima kasih selalu menjadi yang mengungkapkan maaf kala beradu argumen. Terima kasih untuk merangkulku kembali meski aku sering melakukan kesalahan yang sama, berulang kali.

Terima kasih sudah mau berjuang bersamaku. Terima kasih atas usaha tiada hentinya untuk meyakinkan kedua orangtuaku. Terima kasih telah mau bersusah-susah bersama untuk membangun masa depan bersamaku. Terima kasih atas uraian air mata tulus yang kau berikan.

Terima kasih sudah memilihku diantara miliaran wanita yang ada di muka bumi ini. Wanita-wanita yang mungkin jauh lebih baik dariku.

Terima kasih atas kesetiaan yang selalu kau jaga. Setiap orang bisa saja jatuh cinta, tapi tak semuanya bisa setia. Aku bersyukur kau selalu memilih untuk tinggal bersamaku. Meski kapal yang kita naiki tak selamanya tenang, meski badai laut berusaha menghancurkan. Terima kasih kau selalu bersamaku.

Terima kasih atas cinta yang tak hentinya kau berikan kepadaku. Aku selalu bisa merasakannya , meski tak selalu mengatakannya kepadamu. Aku merasakan cinta dari caramu menatapku. Aku merasakan cinta dari caramu menggenggam tanganku. Aku merasakan cinta dari caramu berbicara, dari caramu tertawa.

Kelak, sayangku.. Cinta kita yang kita perjuangkan akan berbuah manis. Perjuangan pahit yang kita lalui akan mencapai masa kejayaannya. Masa dimana kita meneguk secangkir teh bersama sambil berbincang hal-hal yang menyenangkan di Belanda atau Australia. Kau sedang melanjutkan studi doktoralmu. Akan ada masa anak kita menarik ujung celanamu, minta diajarkan cara berbicara, atau menunggumu membacakan dongeng kancil dan buaya. Aku akan membuat sarapanmu sebelum kau berangkat kerja atau kuliah, dan kau akan mencium keningku dengan penuh cinta. Aku akan membalasa dengan mencium tanganmu penuh hormat. Menghormatimu sebagai suami dan ayah dari anak-anakku. Aku yakin kita bisa sayang. Masa itu akan muncul di masa depan.

Yang terakhir…aku bersyukur kau tidak romantis. Aku bersyukur kau tidak bisa berkata-kata bak pujangga. Karena dengan hal itu, aku merasa sangat dihargai.

Aku mencintai kekuranganmu, sayang. Aku bersyukur kita berbeda. Dengan itu, kita punya banyak kesempatan untuk membuktikan cinta.

I know you are perfect then I love you. I know you are not perfect and I love you more.

Aku sayang kamu, mas.

Salam kangen,

Aku

  • view 227