Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Ekonomi 22 Agustus 2017   18:25 WIB
GERAKAN INDONESIA CERDAS FINANSIAL AJAK MASYARAKAT PEDULI PERENCANAAN KEUANGAN

Ekonomi-Keuangan - Syamsi Dhuha Foundation (SDF) merupakan LSM nirlaba yang sedang bertransformasi menjadi wirausaha sosial melalui unit usahanya Financial Wisdom. Melalui unit usahanya Financial Wisdom hari ini (22/08) meresmikan kampanye edukasi publik yakni dengan nama ‘Gerakan Indonesia Cerdas Financial’ (GICF) yang mana bertujuan untuk hadir serta membangun kesadaran dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya ‘literasi’ keuangan. Data dari OJK menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan di Indonesia hanya 29,66% dari total populasi dengan indeks inklusi keuangan 67,82%. Angka tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain khususnya negara-negara ASEAN, antara lain; Thailand (78%), Malaysia (81%) dan Singapura (96%).

“Saya merasa haru, mengacu pada pengalaman hidup saya, saya berfikir tuk melakukan sedikit hal yang bermakna demi upaya untuk membangun diri saya sendiri dan negara, maka disini kehadiran SDF merupakan titik balik untuk perbaikan finansial negara kita dan karena saya berfikir bahwa harus ada perubahan. Kemudian, pada akhirnya kita membangun suatu gerakan ini,” kata Eko selaku pendiri SDF dan Financial Wisdom saat memberikan keterangan pada peluncuran GICF di Sudirman, Jakarta (22/08/2017).

“Awalnya SDF sendiri aktif dalam gerakan peduli kepada penyandang lupus, hingga hari ini kami ingin memberikan suatu hal yang lebih. Kita susah susah sekolah namun kita tetap tidak mengerti aspek keuangan, dan tidak mampu berinvestasi”, kata Eko.

“Pendekatan keuangan kita dalam menghadapi generasi milenial saat ini harus lebih santai dan fun, karena hampir sebagian besar generasi muda kami lah yang membuat program e-learning hampir secara keselurahan dan juga nantinya juga berdamping dengan misi OJK”. Tutup Eko dalam keterangannya.

Acara tersebut turut dihadiri juga oleh Agus Sugianto selaku Kepala Departemen Bidang Literasi dan Inklusi dari OJK. Menurut data yang ia beberkan, saat ini sedikit sekali masyarakat Indonesia yang sadar akan pendidikan keuangan. Dengan hadirnya program ini, Agus berharap jika kedepannya masyarakat akan semakin teredukasi.

“Survey yang kami lakukan di 2016 hanya ada 1 dari 29 yang sadar akan edukasi keuangan. Perihal literasi, kita harus mampu mengatur alur keuangan, toh pada dasarnya juga akan berbicara tentang perencanaan keuangan”, kata Agus.

“Sesuai peraturan OJK nomor 76 semua lembaga keuangan wajib untuk mengadakan literasi keuangan minimal setahun sekali dan literasi keuangan tersebut harus bersamaan dengan inklusi-nya. Kami OJK berharap dengan adanya Gerakan Indonesia Cerdas Finansial ini, masyarakat akan semakin mengenal bahwa perencanaan keuangan jangka panjang merupakan hal yang sangat penting, tentunya kemiskinan juga dapat teratasi dengan program strategi nasional inklusif”, tutup Agus.

Sumber : https://newstoday.id/gerakan-indonesia-cerdas-finansial-ajak-masyarakat-peduli-perencanaan-keuangan/

Karya : Rama Putra Pratama