Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 10 Agustus 2018   11:27 WIB
Kerang, Bolehkah Dikonsumsi Oleh Si Kecil?

Si kecil telah beranjak dewasa, dan Mum mulai berpikir untuk mencoba menu baru berupa olahan seafood berbahan kerang. Banyak yang merekomendasikan kerang sebagai makanan anak 2 tahun, karena pada usia tersebut, tubuh anak sudah mulai toleran akan alergi seafood.

Namun, tetap saja Mum harus berhati-hati untuk mencobakan menu kerang sebagai makanan anak 2 tahun. Karena alergi seafood khususnya kerang bisa menimbulkan dampak serius pada anak. Terlebih jika dalam keluarga memiliki riwayat alergi, atau penyakit atopik seperti asma.

Tips kesehatan yang bisa Mum coba ketika mengenalkan kerang pada anak, adalah saat ananda sudah berusia 1 tahun jika tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Atau, usia 3 tahun jika ada riwayat alergi.

Memperkenalkan Kerang Pertama Kali

Kerang sebagai sumber protein tinggi yang baik bagi pertumbuhan si kecil, bisa Mum cobakan secara bertahap ketika memang si kecil sudah siap dan terbiasa dengan olahan seafood lainnya. Masak kerang sampai benar-benar matang, dan bukan setengah matang seperti pada sushi. Campurkan kerang dengan bubur atau bahan makanan si kecil lainnya, jangan memberikan kerang sebagai finger food.

Mum bisa menerapkan teori 4 days rule untuk mengamati reaksi alergi yang mungkin saja keluar. Tunggu hingga 3 hari sebelum memberikan makanan baru. Dalam kurun waktu tersebut, Mum bisa mengamati jika seandainya ada tanda-tanda alergi yang muncul. Bisa jadi, bahkan sebelum 3 hari, gejala alergi kerang bisa saja terjadi. Hentikan segera pemberian kerang pada si kecil.

Mengenal Alergi Kerang

Alergi kerang sebenarnya berbeda dengan alergi ikan, meskipun kerang digolongkan dalam seafood. Karena memang secara biologis kerang berbeda dengan ikan. Kerang sendiri dibedakan menjadi 2. Golongan Krustasea (lobster, kepiting, udang) dan golongan Moluska (kerang, tiram, mussels, clams)

Alergi kerang terjadi disebabkan sistem kekebalan tubuh mengira protein kerang adalah penyerang. Reaksi tubuh yang berlebihan tersebut akan melepaskan histamin yang menyebabkan keluarnya beberapa gejala alergi, antara lain:

  1. Diare
  2. Muntah
  3. Kram perut
  4. Pembengkakan disertai bintik-bintik kemerahan (biasanya di sekitar daerah mulut)
  5. Mata berair, bengkak, dan gatal
  6. Batuk ringan hingga berat (terkadang berujung pada sesak napas)
  7. Penurunan tekanan darah ringan atau berat hingga hilang kesadaran

Meskipun setiap anak akan mengalami reaksi yang berbeda-beda, Mum sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter ketika gejala alergi memburuk.

Kandungan Gizi Kerang yang Baik untuk Si Kecil

Perlu Mum ketahui bahwa kerang sangat baik sebagai sumber protein tinggi untuk si kecil. Terlebih lagi, pada 3 ons kerang kukus tersedia 24 mg zat besi yang setara dengan 133 persen kecukupan gizi harian. Mum pasti tahu, bahwa anak-anak selepas usia 6 bulan, sangat memerlukan asupan tinggi zat besi. Dikarenakan jumlah zat besi dalam ASI sudah tidak dapat mencukupi. Maka dari itu, memberikan kerang dalam menu olahan makanan anak 1 tahun ke atas sangat dianjurkan. Selain itu, kerang juga mengandung Vitamin B yang sangat bagus bagi perkembangan otak si kecil.

Hanya saja, yang perlu Mum ingat adalah, pastikan untuk mengolah kerang dalam keadaan matang sempurna. Karena kerang yang dimasak dengan benar juga akan memasok protein baik yang berguna bagi pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh.

Itu tadi beberapa serba-serbi mengenai kerang sebagai bahan makanan anak 2 tahun yang bisa Mum simak sebagai bekal menu harian si kecil. Semoga bermanfaat.

Karya : Kinari Ghranesia