Laki-Laki dalam Mimpi

Bare Kingkin Kinamu
Karya Bare Kingkin Kinamu Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 31 Januari 2016
Cerita Pendek

Cerita Pendek


Kategori Acak

760 Hak Cipta Terlindungi
Laki-Laki dalam Mimpi

Kamu sudah tahu makna cinta? Kalau sudah tahu tolong datanglah ke dalam mimpiku kembali, esok lusa.

AKU tahu kamu akan datang lagi di mimpiku malam ini seperti dua hari yang lalu.

?????????? Siang itu terik, aku sedang berjalan menuju kampus, keringat keluar dari pori-pori kulit yang sudah sedikit keriput karena usia. Awan-awan mulai menggumpal, dan mendekat menutupi matahari, saat aku sampai di gasibu depan fakultas psikologi. Riuh, mahasiswa-mahasiswa yang sedang menunggu dosen pembimbingnya untuk tanda tangan KRS termasuk aku. Aku mengeluarkan buku-buku yang sengaja aku bawa dari rumah untuk membunuh sepi.

?????????? Buku itu berjudul Jodoh, karya Fahd Pahdepie. Aku pikir tidak ada salahnya di usia 20 tahun sudah memikirkan jodoh. Kurang 50 halaman lagi aku selesai menamatkan novel ini.

?????????? Pikiranku jauh melayang ke masa di mana aku bertemu dengan kamu. Ketika kamu malu-malu menjabat tanganku, dan ketika kamu senang saat orang-orang mulai menjodoh-jodohkan kamu denganku. Kok bisa kebetulan sih? Aku membaca novel yang hampir mirip dengan masa kecilku, bedanya aku bukan Keara, dan kamu bukan Sena. Ah Fahd Pahdepie, ceritamu membuatku menginginkan kembali yang telah berlalu.

Cinta pertama. ???????

?????????? Aku sudah sampai pada bagian ketika Keara mati, aku langsung jatuh cinta pada penulis novel ini yang berani membuat Ke, mati. Aku melirik arloji ku, masih lama, dosenku belum datang.

?????????? Sepuluh tahun yang lalu, aku bertemu denganmu, tepat ketika aku masih duduk di taman kanak-kanak. Namamu, Galih. Kulit coklatmu membuat kamu semakin manis kalau tersenyum. Aku lupa bagaimana awal kita bisa bersahabat hingga waktu itu ditentukan.

?????????? ?Kok kamu sudah tahu generatif dan vegetatif?? waktu berjalan cepat, kita sudah kelas empat Sekolah Dasar. Pada percakapan-percakapan seperti itu, cinta monyet ini tidak akan pernah berakhir. Aku diam saja, hanya tersenyum. Dari kalimat teman-teman kita, kamu katanya mencintaiku. Masa kanak-kanak yang indah.

?????????? Kamu selalu menceritakan impianmu, ambisimu. Hingga, kita berpisah, tidak ada sebab, tidak ada awal pertengkaran. Semua gelap. Kamu menjauh, sejauh-jauhnya. Tidak memberi kabar. Aku kehilangan arti bersahabatan ini sejak masa kuliah semester pertama. Mirip seperti Sena, tapi ini berbeda. Kamu tidak akan memandangku sebagai Keara, kamu tidak menjadi Sena yang mencintai Keara sedemikian hingga ia mampu membuat novel untuk cinta pertamanya. Kamu adalah Galih yang membuatku mencintaimu dalam diam, dalam kata-kata dan cerita tersirat yang tidak pernah kamu duga itu aku. Aku di masa kecil yang mengagumimu.

?????????? Butiran air kecil membuat ku tersadar, langit yang tadi cerah dengan hitungan menit sudah menggelap.

?????????? Galih, masih ingatkah kamu dengan masa itu?

?????????? Aku menamparku tepat di saat titik krusial masa remaja kita, aku dan kamu.

?????????? ?Hanun, kamu carilah laki-laki yang lebih baik daripadaku, dan aku akan melakukan hal yang sama, kalau kita tidak menemukan yang kita cari, mungkin kamu dan aku bisa serius.?

?????????? Kamu menghilang dengan kata-kata itu. Mungkin saja itu karena kamu masih labil dan aku masih tipe yang tidak peduli. Tidak mempedulikan perasaan ku dan perasaan mu waktu itu. Aku iyakan saja, tanpa tahu sebabnya di masa depan.

?????????? Tapi aku keliru besar. Setelah itu aku merasa timpang.

?????????? Kebersamaan kita mungkin adalah hal termanis di masa lalu yang pernah aku punya. Sayang, aku hanya bisa mengenangnya tepat ketika aku sampai rumah, dan menyelesaikan membaca novel Fahd Pahdepie. Apalagi yang lebih indah dari masa kecil kita?

?????????? Tapi aku masih mengingat masa itu. Aku belepotan setelah makan ice cream bersama mu, dan kamu menggandeng tangan ku.

?????????? ?apa kamu tahu artinya cinta??

?????????? Kamu menoleh, dan tidak menjawabku. Malahan kamu mengusap lembut pipiku yang masih tetap pelepotan. Lalu genggaman tanganmu melemah, hingga kamu tidak bisa aku gapai lagi. Hilang bagai debu-debu yang diterpa angin. Aku terbangun dengan leher baju basah. Masih pukul 3 dini hari. Mimpi. Kamu memperkenalkan dirimu dengan nama Seka, laki-laki kecil dengan wujudmu.

?????????? Aku dalam tidurku mencoba menghadirkanmu lagi dengan satu tanda tanya. Kalau kamu sudah tahu artinya cinta kembali lah dalam mimpi ku dua hari lagi.

Malam yang aku tunggu-tunggu tiba. Derit besi di kasurku membuatku nyaman memikirkan masa itu. Lagi-lagi hal ini tercetus setelah aku selesai menyelesaikan membaca novel Fahd Pahdepie.

Kenapa harus wajahmu yang hadir dalam malam ku. Mengapa aku terlambat menyadari bahwa perasaan ini juga penting. Aku kelihatan bodoh sekali hanya berkata iya waktu itu. Tahun itu aku tidak menyukaimu seperti sekarang, aku hanya kagum akan kepintaranmu yang sudah terkenal hingga seantro sekolah.

?????????? Hujan lebih deras, aku tidak tahu ini di dalam mimpiku atau aku masih terjaga. Semua terasa ringan. Galih, aku menyebutmu dalam setiap doa-doaku.

?????????? Hujan lebat sekali. Diujung sana aku melihat seorang mirip denganmu, aku tidak berharap itu kamu di masa sekarang, kumis tipis tumbuh membuatmu semakin dewasa saja.

?????????? ?Apa kamu sudah tahu apa itu cinta??

?????????? Kamu mendekat membawa payung, meskipun begitu kaus putih terlihat basah kuyup.

?????????? ?Mungkin aku masih belum tahu. Jauh sebelum kita bertemu aku pun juga belum tahu tidak tahu malah.?

?????????? ?Lalu, kenapa kamu datang lagi dalam mimpi ku??

?????????? Aku berhenti satu senti di depanku, aku sudah terlanjur basah kuyup. Namun kamu meneduhiku dengan payung itu. Laki-laki itu mirip denganmu, Galih. Tapi semua ini hanya dalam hayalanku mungkin, sebuah mimpi yang tak harus aku ceritakan di media sosial. Tak peduli apa arti mimpi ini, sejak pertama kali kamu muncul dimimpiku dengan cara berbeda, aku berharap itu adalah kamu yang sebenarnya.

?????????? ?Aku merindukanmu, bolehkah? ada mesin waktu yang mampu mengulang waktu, menertawakan masa kecil kita, aku dan kamu, Han. Jadi aku percaya sekali pada ini.? Ia menunjuk dadanya yang basah kuyup. Aroma hujan menguar dari tubuhnya.

?????????? Ia mendekapku erat hingga aku tidak bisa merasakan getaran dadaku lagi. Erat sekali seperti ini adalah akhir dari pertemuan kita.

?????????? Kamu datang di dalam mimpiku di saat yang tepat. Keramaian itu membuat kepalaku pusing, aku mencium bau darah, rumah sudah ramai berkeliaran aparat kepolosian. Dan aku masih menemukan jejakmu di tubuh ku, bajuku yang juga basah serta rasa ngilu di dadaku yang aku rasa di sanalah kuat aku mencium darah. Darahku sendiri.

?????????? Jadi cinta itu Gal? aku melihat banyak tangisan di dadamu, aku melihat kita tak bisa memutar waktu, dan kepalaku pusing berpendar tiba-tiba.

?????????? Aku mencintaimu dalam tidur lamaku.?

?

  • view 759