TITIK TERMALAM

Kingkin Puput
Karya Kingkin Puput Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2016
TITIK TERMALAM

Gadis berkerudung biru itu masih luruh dalam tangisannya. Ia tak mengira. Segala hal yang ia takutkan telah terjadi. Bagaimana beberapa hari yang lalu ia sangat ketakutan. Ketakutan yang membuatnya tak bisa benar-benar melangkah. Ia kadang ingin tetap memilih untuk berada pada titik termalam. Karena tempat itu adalah tempat teraman untuknya. Mengkisahkan sesuatu tanpa banyak yang tahu. Atau menangis sepuasnya tanpa ada yang bertanya. Ia tahu, Tuhan selalu berada pada titik termalam. Ia akan selalu ada untuk gadis berkerudung biru. Tuhan akan selalu mendengar tangisnya. Melihat dan menenangkan segala kegundahan yang berkecamuk dalam kalbu.

?Birunya langit dan cahaya matahari itu sangat indah lho. Kau harus mencobanya. Kau tak boleh tetap berada pada tempat ini.?

??????????? Buaian kata-kata itu tak jarang ia dengar dari kawan-kawannya. Warna-warni yang ditawarkan pagi tak pernah ia pungkiri, bahwa ia sangat ingin melihatnya. Ia ingin menikmati pagi. Ia banyak mendengar dari kawan-kawannya. Pagi adalah waktu paling indah di dunia ini.

?Kau akan melihat banyak bunga, kupu-kupu, dan kemerduan kicauan burung. Kau harus pergi ke sana.?

??????????? Kembali telinga gadis itu diiming-imingi dengan suasana pagi yang indah. Ia tergiur. Sungguh ingin ia melangkah pergi dari titik termalam. Ia ingin bertemu orang-orang. Ia ingin melihat cahaya itu. Tapi langkahnya terhenti. Ia mengingat beberapa kali sebelum ini. Beberapa tahun selama ini. Ketika ia memutuskan untuk pergi dari titik termalam, ia tak pernah menemukan pagi yang abadi. Ia tahu pagi akan pergi dan ia akan kembali pada tempatnya. Titik termalam.

??????????? ?Aku masih ingin tetap di sini. Biarkan aku di sini. Aku masih menikmati tempat ini. Karena aku tahu Tuhan sangat dekat saat aku berada di tempat ini. Biarlah pagi datang, setelah aku benar-benar mencintai dan mendapatkan cintaNya.?

  • view 125