Polda Banten Bekuk 66 Pelaku Curanmor

kiekie euy
Karya kiekie euy Kategori Lainnya
dipublikasikan 01 November 2017
Polda Banten Bekuk 66 Pelaku Curanmor

Serang - Kepolisian Daerah (Polda) Banten berhasil mengamankan 66 pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian dengan tindak kekerasan (Curas) pada operasi jaran kalimaya yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 18 hingga 31 Oktober 2017. Dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 139 kendaraan dengan rincian kendaraan roda dua 119 dan roda empat sebanyak 20 serta 16 STNK palsu.

Waka Polda Banten Kombes Pol Tomex Korniawan, mengatakan, angka curanmor di Banten baik itu roda dua maupun roda empat mengalami kenaikan. Para pelaku curanmor ini rata-rata mengincar kendaraan yang tengah terparkir di pemukiman warga maupun di pinggir jalan raya.

“Hasil evaluasi tren kejahatan curanmor dan curas meningkat karena pertumbuhan kendaraan di masyarakat. Untuk itu kita menghimbau masyarakat untuk memasang kunci ganda pada saat kendaraan terparkir baik di dalam maupun di luar rumah,” katanya saat ekspose Operasi Jaran Kalimaya 2017 di Mapolda Banten, Rabu 01 November 2017.

Lanjutnya operasi jaran kalimaya ini berlatar belakang dari keresahan masyarakat yang menderita kerugian akibat hilangnya barang berharga berupa roda dua dan roda empat selama 14 hari. Para pelaku, kata Waka Polda, cenderung menggunakan alat-alat kejahatan konvensional. Mulai dari kunci leter T, anak kunci palsu, mata kunci, pistol air soft gun, golok hingga senjata api untuk menakut-nakuti dan merampas kendaraan dari pemiliknya.

“Kita akan terus amankan dan melakukan pengembangan secara berlanjut. Pengakuan para tersangka masih banyak jaringan lain di luar sana yang masih berkeliaran,” ucapnya.

Dijelaskan Wakapolda, tempat kejadian perkara berdasarkan wilayah sebanyak 50 TKP dengan rincian Kota Serang 10 Kejadian, Kabupaten Serang 7 kejadian, Kota Cilegon 8 kejadian, Kabupaten Tangerang 7 kejadian, Pandeglang 12 kejadian dan kabupaten Lebak 6 kejadian.

Setelah ini, Waka Polda mengatakan pihaknya akan meregistrasi dan mencatat barang bukti kendaraan. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dipersilakan untuk mengambil kendaraan dengan membawa bukti surat kendaraan.

“Silakan masyarakat untuk mengambil kendaraannya,” kata Waka Polda. Untuk para pelaku, Waka Polda menambahkan akan memberikan sanksi berat dengan menggunakan sanksi maksimal dengan pasal 363 KUHP Pidana mengenai pencurian dengan pemberatan, pasal 365 KUHP Pidana mengenai pencurian dengan kekerasan. Sementara untuk para penadah pihaknya menggunakan Pasal 480 KUHP.

  • view 16