Gaji Besar Bikin Lebih Bahagia? Ah, Nggak Juga..

Kiandra Larasati
Karya Kiandra Larasati Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Agustus 2017
Gaji Besar Bikin Lebih Bahagia? Ah, Nggak Juga..

Siapa sih yang akan menolak gaji tinggi?
Dengan gaji tinggi semua bisa dibeli, liburan tinggal gesek kartu, dan pastinya lebih happy.

Namun.. angan-angan kadang tak semulus itu saat melihat realitanya. Banyak lulusan yang menerima nominal gaji jauh di bawah ekspektasi. Inilah realitanya! Pada akhirnya.. “Nggak apa-apa deh gajinya kecil, yang penting punya pengalaman dulu sebagai batu lompatan,”.

Waktu terus berlalu, pekerjaan makin menumpuk, atasan sering minta ini dan itu tapi gaji ya segitu-segitu saja, makin bosan dengan pekerjaan tetapi mau mundur juga banyak pertimbangannya. Hhh.. kejenuhan ini makin menjadi-jadi saat tahu bahwa teman-teman di luar sana banyak yang lebih sukses dengan gaji yang lebih besar, mereka sering update foto liburan, barang-barang yang dipakai juga mewah. Lalu pemikiran itu muncul..

“Enak banget, mereka terlihat bahagia, pasti karena gajinya lebih besar dari gajiku,”

Apakah kamu adalah salah satu dari pekerja yang terjebak dalam situasi ini?

Well, kamu tidak sendiri. Sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa banyak pekerja dari seluruh dunia yang tidak puas dengan gaji dan tidak bahagia dengan pekerjaan mereka.

“Gaji terlalu sedikit, kebutuhan banyak, bagaimana saya bisa happy dan menikmati pekerjaan?”

Faktanya, mereka yang memiliki gaji besar tidak selalu bahagia dengan pekerjaan dan hidupnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Judge dan timnya menemukan bahwa gaji besar tidak menunjukkan korelasi dengan kebahagiaan pekerja, dilansir oleh vnmanpower.com. Mereka yang mendapat gaji tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar pula, maka stres yang mereka alami bisa membuat mereka jauh dari yang namanya bahagia.



Gaji besar memang bisa membuat pekerja bahagia di awal-awal mereka mendapat penawaran/kenaikan gaji, tetapi tidak untuk jangka waktu yang lama. Mayoritas mereka yang bergaji tinggi harus membayar gaya hidup mereka sebagai tuntutan profesionalisme, mereka juga harus melakukan berbagai cara untuk menghilangkan stres pekerjaan mereka (misalnya sering liburan, kelas yoga, beli paket healthy food dan sebagainya), gaji mereka besar tetapi pengeluaran mereka juga besar.

Intinya: Gaji tinggi bukan sumber kebahagiaan!

Iya, saya tahu, kamu pasti ingin kehidupan yang lebih baik dan bahagia, plus punya pekerjaan yang bikin happy. Tapi di mana sih sumber kebahagiaan itu? Di dalam diri kamu sendiri. Maka yang harus kamu kelola adalah mindset-mu terlebih dahulu. Dengan gaji yang ada, kamu juga bisa tetap bahagia dengan cara ini:

 

1. Bersyukur dan Lihat ke Bawah

 

Coba tanyakan ini pada dirimu: “Berapa banyak orang di luar sana yang ingin mendapat pekerjaan seperti saya?” Jutaan!

Pekerjaan dan gaji (yang sering kamu keluhkan) saat ini adalah impian banyak orang. Maka bersyukurlah dengan apa yang kamu dapatkan. Kamu tidak harus ke psikolog seminggu sekali karena beban pekerjaan yang luar biasa. Kamu tidak perlu lagi mengantri panjang di job fair. Kamu bisa menghidupi dirimu sendiri tanpa membebani orang tua. Bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bersyukur?

Punya impian gaji lebih tinggi boleh, tetapi bersyukur dengan gajimu sekarang juga penting. Jika kamu berterima kasih dengan pemberian Tuhan sekecil apapun itu, yakinlah Tuhan pasti akan membayar setiap terima kasih dan syukurmu dengan berkah yang lebih banyak.

 

2. Beri Sebagian Untuk Keluarga

 

“Gaji saya masih sedikit, belum waktunya lah bayar zakat/donasi dan belum waktunya membantu keluarga,”. Eits! Coba hilangkan dulu pemikiran seperti itu. Kamu tahu tidak, dengan menyisihkan sebagian rejekimu untuk orang lain, maka Tuhan akan membuka pintu rejeki dari arah yang tidak kamu sangka-sangka. Orang lain yang saya maksud adalah orang yang paling dekat dengan hidupmu, orang tua dan keluarga.


Kalaupun kamu merasa belum mampu memberikan nominal besar untuk keluarga, coba sisihkan gajimu setiap hari, Rp 2ribu saja. Masukkan dalam celengan atau wadah plastik. Setelah 3 bulan, sudah terkumpul Rp 180ribu. Angka tersebut sudah cukup untuk mentraktir ayah dan ibumu makan malam di restoran yang nyaman. Lalu katakan pada mereka, “Ayah, ibu maaf aku baru bisa membawa bapak ibu makan di sini. Minta doanya supaya suatu saat nanti aku bisa mendapat penghasilan yang lebih besar dan bisa memberi yang lebih baik untuk ayah dan ibu,”.

Yakin deh, orang tua kamu akan berbahagia dengan kesungguhanmu dan akan membantumu dengan doa-doa terbaik mereka. 

 

3. Tegas dengan Aturan Gaji di Perusahaan

 

Bekerja di perusahaan besar dengan sistem penggajian yang canggih adalah rejekimu, sebab kamu tidak perlu khawatir uang lemburmu terselip atau salah masuk ke rekening temanmu. Setiap potongan gaji yang dilakukan perusahaan juga jelas ke mana arahnya. Namun jika perusahaan tempatmu bekerja masih melakukan pencatatan payroll manual dan memiliki sistem penggajian yang buruk bagaimana?

Coba jelaskan pada atasan atau bagian HRD bahwa saat ini sudah banyak aplikasi atau software payroll Indonesia  untuk membantu kerja mereka. Kamu harus tegas! Sebab gaji yang dibayarkan perusahaan adalah hakmu, termasuk slip gaji yang kamu terima. Jangan sampai kamu bingung bagaimana melaporkan Pajak Penghasilan karena sistem payroll yang buruk. Jika perusahan tempatmu bekerja memakai software payroll terbaik maka kamu akan lebih nyaman dengan gaji yang didapat dan merasa aman.

 

4. Lihat Setiap Peluang yang Ada Untuk Penghasilan Tambahan

 

“Tapi aku ingin punya gaji tambahan..”. Bisa kok, asalkan kamu konsisten dan tidak mengganggu pekerjaan utamamu. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mendapat penghasilan tambahan? Ada banyak. Temukan dulu apa hobi dan keahlianmu. Jika kamu punya cukup modal berupa uang dan suka berdagang, online shop bisa jadi jawaban. Namun jika kamu nol modal uang, maka cari tahu kelebihanmu yang lain.

Jika kamu jago mendesain atau jago menulis, kamu bisa jadi freelancer. Atau kamu jago mengajar? Kamu bisa memberi les privat ke anak-anak SD. Tenang,  kamu tidak perlu super jago matematika atau bahasa Inggris, anak-anak SD biasanya butuh ilmu-ilmu dasar. Kamu pasti sudah jago. Atau kamu jago berenang, kamu juga bisa mengajar les renang saat weekend pagi. Pokoknya lihat peluang yang ada dan jangan menyerah.

Oke, semoga tulisan ini membantumu! Gaji kecil bukan berarti kamu gagal. Kamu gagal jika berhenti mencoba :)

  • view 121