Hai, Boss! Melarang Pegawai Cuti Justru Akan Merugikanmu dan Bisnismu

Kiandra Larasati
Karya Kiandra Larasati Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 11 Agustus 2017
Hai, Boss! Melarang Pegawai Cuti Justru Akan Merugikanmu dan Bisnismu

Siapa di sini yang senang jika diberi waktu untuk liburan?

Saya sering mendapat cerita dari beberapa teman tentang sulitnya mereka mendapat izin cuti dari atasan mereka. Ada saja alasan yang dipakai untuk menahan agar pegawai mereka tidak mengambil cuti, mulai dari kantor sedang sibuk-sibuknya, akan ada proyek besar, “Kalau nggak ada kamu siapa yang akan mengerjakan semua tugas ini?” dan segudang alasang lainnya, padahal jatah cuti tahunan teman-teman saya ini masih ada.

Banyak atasan atau boss berpikir bahwa cuti yang diambil pegawai mereka untuk liburan sangat tidak efisien dan hanya buang-buang waktu. Padahal dari sisi pegawai, liburan adalah hal penting dan justru baik untuk meningkatkan kinerja mereka saat kembali nanti. Deborah Mulhern, seorang psikolog dalam sebuah wawancara dengan ABC News menuturkan bahwa jika ada perusahaan atau atasan yang menahan-nahan pegawainya untuk cuti dan liburan, hal itu justru buruk untuk perusahaan itu sendiri.

“Jika pegawai tidak diberi waktu dan kesempatan untuk melakukan ini (cuti liburan), koneksi saraf mereka yang menghasilkan perasaan tenang dan damai akan menjadi lemah. Akibatnya, mereka justru lebih sulit untuk mengelola stres saat bekerja,” ujar Deborah. Beliau juga menjelaskan bahwa perasaan bahagia dan tenang saat liburan akan men-detox tubuh serta pikiran dari kepenatan rutinitas harian, termasuk menghapus stres akibat beban pekerjaan. Dengan kata lain, mereka yang mendapat kesempatan untuk cuti liburan justru akan lebih semangat bekerja setelah pulang.

Hal ini menjadi alasan mengapa negara mengatur cuti tahunan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan. Tolong digarisbawahi: Cuti adalah hak setiap pegawai.

Efek baik mendapat cuti liburan bagi pegawai adalah:

  1. Perasaan bahagia
  2. Pikiran lebih tenang
  3. Lebih sehat
  4. Tubuh dialiri banyak energi positif
  5. Bisa memberikan banyak ide
  6. Lebih produktif bekerja setelah liburann
  7. Punya citra positif kepada atasan/perusahaan

Efek baik memberi cuti liburan bagi pegawai adalah:

  1. Produktivitas pegawai lebih baik
  2. Mendapat banyak masukan ide-ide baru
  3. Pegawai lebih loyal
  4. Pegawai tidak curi-curi kesempatan untuk sering bolos karena tidak diizinkan cuti
  5. Citra baik bagi perusahaan

Selain penelitian di atas, telah banyak penelitian serupa yang membuktikan bahwa liburan bagi pegawai akan menunjang kinerja sebuah perusahaan. Maka tak heran jika banyak perusahaan besar justru memberi paket liburan gratis bagi pegawai-pegawainya, baik yang berprestasi maupun liburan bersama-sama. Apakah akan merepotkan perusahaan jika memberi cuti sesuai hak pegawai seperti diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan? Tentu saja tidak..

Agar kinerja di kantor tetap maksimal walau pegawai cuti, lakukan beberapa hal ini:

 

Cuti Bergantian

 



Ada perusahaan yang bebas memberikan cuti pada pegawainya kapan saja sesuai dengan jumlah cuti tahunan yang diberikan perusahaan. Namun ada juga beberapa perusahaan yang tidak bisa semudah itu memberikan cuti pada pegawainya, misalnya saja perusahaan yang bekerja di bidang jurnalisme. Karena mereka dikejar deadline berita setiap saat, maka ketidakhadiran satu orang untuk mengolah berita bisa ‘mengguncang’ kinerja tim.

Jika ini adalah kondisi dimana perusahaanmu bekerja, Saya punya pengalaman di bidang ini, maka salah satu cara untuk mempertahankan kinerja adalah cuti bergantian untuk setiap pegawai. Karena liburan biasanya dirancang jauh-jauh hari, buatlah jadwal agar tidak sampai setengah tim habis karena cuti liburan di tanggal yang sama.

 

Backup Pekerjaan

 

Walaupun cuti adalah hak setiap pegawai, pekerjaan yang menjadi jobdesk pegawai sebisa mungkin tidak menjadi beban bagi rekannya saat ditinggal cuti liburan. Jika sudah merencanakan cuti dari jauh-jauh hari dan sudah ada pengajuan cuti, pastikan tidak ada pekerjaan yang tercecer pada tanggal di mana sang pegawai cuti. Kalaupun ada tugas yang memang harus diselesaikan pada tanggal di mana dia cuti, delegasikan tugas itu pada rekan satu tim dan beritahukan secepatnya.

Terlebih lagi, jika bidang yang digeluti pegawai mengharuskan dia bertemu pihak lain atau ada banyak kerjasama, pastikan tidak sampai membatalkan janji temu atau meeting di tanggal tertentu hanya karena sang pegawai sedang cuti liburan. Intinya adalah, jangan sampai cuti tersebut mengacaukan kinerja tim dan berpengaruh pada kerjasama dengan pihak luar. Tegaslah dalam ketentuan cuti! Sebab sama seperti gaji, cuti bisa menjadi hal yang sensitif bagi pegawai.

 

Rapikan Data Cuti Setiap Pegawai

 

 

Mengawasi absensi pegawai terutama yang berkaitan dengan cuti memang ribet namun penting. Pencatatan cuti menjadi sangat penting karena berkaitan dengan peraturan perusahaan. Ada perusahaan yang mengganti cuti yang tidak diambil dengan bonus berupa uang. Disisi lain, ada perusahaan yang memotong gaji pegawai jika mengambil cuti tahunan melebihi jumlah yang sudah disepakati. Jika sudah begini, maka pencatatan manual menjadi tidak efisien, bahkan jika jumlah pegawaimu baru 2 orang.

Perusahaan besar kemungkinan besar sudah memiliki sistem absensi yang bagus dan rapi, namun jika kamu masih memakai sistem manual, akan lebih baik jika mulai sekarang kamu memakai sistem pencatatan cuti melalui software absensi karyawan. Software ini akan membantu pencatatan absensi pegawai, mulai dari kehadiran, izin sakit, keterlambatan, cuti, lembur dan sebagainya. Semua data yang masuk akan langsung tersambung dengan payroll masing-masing pegawai. Dengan memanfaatkan software absensi karyawan, kamu menjadi lebih hemat waktu dan semua data akan tersimpan melalui sistem yang sudah ada. Jika ada pegawai yang izin cuti, tinggal cek apakah dia masih memiliki cuti tahunan atau tidak melalui sistem. Mudah bukan?

Bagaimana, boss? Mulai sekarang jangan menahan-nahan pegawaimu untuk cuti. Nggak akan rugi kok ;)

  • view 47