Jadi Owner Bisnis Tak Sekedar Cari Laba, Tapi Bagaimana Bikin Karyawan Bahagia

Kiandra Larasati
Karya Kiandra Larasati Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 10 Agustus 2017
Jadi Owner Bisnis Tak Sekedar Cari Laba, Tapi Bagaimana Bikin Karyawan Bahagia

Di masa kini, bekerja di kantor from 8 to 4 tidak selalu menjadi pilihan hidup. Saat berbagai jenjang pendidikan di Indonesia mulai menggaungkan program kewirausahaan, makin banyak generasi muda yang memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Bentuk usaha ini macam-macam, mulai membuka lapak kecil di bidang kuliner, berjualan melalui e-commerce atau menjadi produsen usaha kecil mandiri. Apakah kamu salah satunya? Wah, selamat!

Selain bisa menjadi bos untuk diri sediri, tentu kamu bangga jika bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain dan memiliki karyawan sendiri. Namun, menjaga produktivitas karyawan kadang tak semudah kelihatannya. Jika menyeleksi karyawan sudah begitu merepotkan, menjaga sang karyawan untuk tetap loyal dan memiliki produktivitas sesuai target usahamu kadang tak mudah.

Memang sih, kamu adalah owner, semua perintahmu adalah keharusan, semua keputusanmu adalah mutlak bagi karyawan. Namun yang harus kamu ingat bahwa kinerja dari usahamu tidak akan maksimal jika tidak ditunjang oleh karyawan yang rajin, memiliki dedikasi dan loyal. Coba bayangkan, kamu sudah cocok dengan karyawan-karyawanmu, namun satu persatu mengajukan resign. Hal tersebut tidak baik karena kamu harus mengajari karyawan baru semua job desk dari awal, itu lagi dan lagi. Kondisi tersebut tentu tidak efisien untukmu. Daripada terus mem-briefing karyawan baru akibat seringnya keluar masuk karyawan, waktumu akan lebih baik untuk memikirkan perkembangan usahamu.

Maka.. sebagai owner, memiliki karyawan saja tak cukup. Membuat mereka bahagia bekerja denganmu adalah tugas penting yang harus kamu utamakan. Mungkin pegawaimu baru 2 - 3 orang, namun tips ini penting untukmu.

Jadilah Owner Yang Ramah

Semua orang (termasuk saya) tentu akan senang memiliki atasan yang ramah. Doa utama yang sering diucapkan para calon karyawan/pegawai adalah memiliki gaji yang oke dan yang selanjutnya adalah bos/atasan/owner yang ramah. Kamu memang harus tegas kepada karyawan untuk hal-hal yang terkait dengan disiplin dan job desk mereka, namun tegas dan galak adalah dua hal yang berbeda. Karyawan biasanya tidak respect kepada atasan yang hanya bisa marah-marah dan atasan yang wajahnya merengut terus sepanjang hari.



Maka jadilah owner dan atasan yang ramah. Tidak sulit kan mengucapkan “Selamat pagi!” sambil tersenyum ramah atau bertanya “Bagaimana kabar ibu kamu, Dino? Aku dengar ibumu sedang sakit,”. Ramah tamah seperti itu simple banget dan gampang dilakukan, namun percayalah, efeknya sangat besar bagi karyawanmu. Mereka akan merasa diperhatikan, dimanusiakan dan membuat mereka juga ramah padamu. Cobalah dan rasakan bedanya!

Briefing Sejelas-Jelasnya Job Desk Mereka

Saya sering mendengar keluhan dari teman-teman saya yang bekerja untuk orang lain. Keluhan yang sering mereka curhatkan adalah atasan yang ingin semua pekerjaan beres maksimal tetapi tidak memberikan briefing yang jelas. Lebih parahnya, sang atasan menganggap karyawan sudah pintar sehingga tidak perlu diajari lagi atau diminta belajar sendiri sebagai bentuk kemandirian. Ini tidak tepat, sebab sebagai owner, kamu yang paling tahu kondisi usaha/bisnismu. Kamu yang paling tahu alur dan proses pekerjaan yang ada. Maka pastikan setiap pegawai paham dan mengerti semua job desk yang menjadi tanggung jawab mereka. Jelaskan sedetail-detailnya. Ingat! Mereka baru bergabung sebagai orang asing, maka tugasmu adalah membuat mereka merasa nyaman dan merasa menjadi bagian dari usaha/bisnismu.

Selain job desk dan semua tanggung jawab mereka, jelaskan juga hak-hak yang akan mereka dapatkan. Yang tidak kalah penting, beritahu sejak awal apa konsekuensi dari pelanggaran disiplin jika sampai dilakukan. Misalnya, terlambat lebih dari 3 kali sebulan tanpa alasan yang tepat akan memotong sekian persen gaji mereka; jika melakukan tindak kriminal akan langsung diberhentikan; jika absen tanpa kabar 3 kali akan mendapat surat peringatan dan sebagainya.

Dengarkan Keluhan Seputar Pekerjaan Mereka

Selalu luangkan waktu untuk berdiskusi dengan karyawan-karyawanmu. Kadang, mereka lebih mengerti kondisi lapangan dan kondisi usaha yang luput dari perhatianmu. Misalnya saja, salah satu pegawai mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan salah satu suplier barang atau seringnya terjadi kekurangan jumlah barang yang dipesan, maka jangan terlalu lama dibiarkan. Sebagai owner kamu harus turun tangan (terutama jika keluhan ini sudah berkali-kali terjadi).

Selain hal-hal yang berhubungan dengan job desk mereka, luangkan juga waktu untuk mendengarkan keluhan lainnya. Misalnya, karyawan A tidak cocok dengan karyawan B yang mengakibatkan kinerja tim terganggu, masalah seperti ini juga harus menjadi perhatianmu. Jika terlalu lama dibiarkan, ketidakcocokan ini akan berimbas besar. Tentu kamu akan menemukan setumpuk masalah dan keluhan lain, namun semua itu sudah menjadi tanggung jawabmu. Maka siapkan tenaga lebih! Ini adalah konsekuensi.

Gaji Adalah Segalanya Bagi Karyawan

Sebagai pemilik usaha kecil, karyawanmu saat ini bisa jadi kurang dari 5 orang atau bahkan baru 2 orang. Namun berapapun jumlah karyawanmu, entah 2 atau 200 orang (suatu saat nanti, aamiin), impian mereka semua sama: GAJI yang transparan dan tepat waktu bagi masing-masing karyawan. Maka, tugas paling utama darimu adalah membuat rincian gaji atau payroll yang jelas. Mereka harus tahu berapa gaji pokok mereka, berapa bonus jika berhasil mencapai target, berapa THR dan bonus-bonus lainnya. Termasuk, berapa potongan gaji untuk BPJS Kesehatan dan pajak. Semua harus jelas.



Aduh pusing dong saya sebagai owner? Kan baru buka usaha, bagian HRD dipegang sendiri, belum lagi sibuk mengurus setumpuk tugas lainnya. Itu bukan alasan untuk tidak membuat catatan gaji atau payroll dengan rapi. Kamu tidak harus melakukan pencatatan manual, sebab sudah ada software payroll yang akan membantu kamu melakukan semua pencacatan yang dibutuhkan seputar gaji.

Ada banyak software payroll di seluruh dunia, namun karena usaha/bisnismu ada di Indonesia, akan lebih baik jika kamu memakai software payroll Indonesia,  sebab sudah mencakup semua peraturan tentang penghasilan dan perhitungan pajak di Indonesia. Dengan memanfaatkan software payroll ini, pekerjaanmu akan lebih mudah. Yang paling penting, semua karyawan akan memiliki pencatatan payroll yang rapi dan semua ada sebagai bentuk tanggung jawab owner kepada karyawan dan negara.

Tidak sulit bukan untuk mengambil hati karyawan? Jika sejak memiliki 1 atau 2 karyawan kamu sudah menerapkan tips ini. Kamu tidak akan kesulitan jika jumlah mereka terus bertambah dan semakin melebarkan bisnis/usahamu. Semangat!

  • view 84