Menabung Buku

Khusnul Khoiriyah
Karya Khusnul Khoiriyah Kategori Motivasi
dipublikasikan 30 Mei 2016
Menabung Buku

Pada waktu itu, aku pernah ditanya oleh seorang trainer motivasi disebuah acara seminar dengan pertanyaan seperti ini "Sebutkan barang- barang yang paling berharga dalam hidupmu", lalu peserta seminar termasuk Aku, sejenak terdiam dan memikirkan barang apa yang paling berharga dalam hidupku, apakah itu handphone? jam tangan? motor? laptop? atau apa? akupun bingung karena semua hal tersebut adalah kebutuhan yang memang harus ada karena jaman yang semakin berkembang. lalu apa ya??

Nah, mulai waktu itu aku berifikir keras untuk memikirkan hal yang berbeda dari yang lainnya, karena barang-barang tersebut diatas tadi sama dengan yang teman-teman lain sebutkan sebagai barang berharga yang mereka miliki. lalu aku mencoba membuka ranselku dan mulai mencari barang apa yang kiranya sering aku bawa, dan jawabannya adalah B U K U. 

kenapa buku? yap! aku baru sadar bahwa aku sering membawa satu buku didalam ransel yang niatnya kalau-kalau ketika dikampus menunggu dosen belum datang aku bisa membacanya, atau ketika sedang duduk menunggu sesuatu aku bisa sambil membacanya. 

Bukulah yang kuanggap barang berharga didalam hidupku. Selain ilmu, banyak kebahagiaan dan inspirasi yang ditebarkan oleh penulis-penulis melalui buku-bukunya. Exactly,  semenjak kuliah  aku ingin sekali bisa membeli banyak buku dan bisa membacanya, meskipun saat ini buku yang  aku baca belum sebanyak yang teman-teman baca, setidaknya baru memulai menabung buku dari uang bulanan yang Aku sisihkan. Semenjak kuliah, dan mengikuti banyak acara-acara kampus mulai dari seminar, ataupun acara berbagi dan peduli pendidikan, aku mulai menuliskan mimpi yaitu menabung buku untuk membuat taman baca dikampung halaman. Indahnya. Nah, beberapa hal yang sedang aku lakukan untuk mewujudkan mimpi itu adalah sebagai berikut. 

1. dua minggu sekali saya biasanya membeli buku bacaan yang saya suka. menyisihkan uang bulanan yang dikirim orangtua atau kalau ada uang tabungan dari hasil mengajar part-time. sehingga satu bulan sudah bisa menabung dua buku dikalikan dua belas bulan maka dalam satu tahun kita sudah bisa menabung 24 buku. lumayan kan?. Namun, terkadang kalau memang ada uang lebih saya biasanya bisa membeli buku lebih dari dua. Menurutku, uang habis untuk beli buku itu nggak pernah nyesel daripada beli makanan mahal sekalipun enak tapi tetep aja aku kurus,  hehe. 

2. Nah, yang kedua adalah saya mulai membiasakan membaca 25 lembar sehari dari buku yang sudah kubeli, sehingga niatnya bukan hanya mengoleksi atau menabung buku saja, tapi bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari membaca buku. kadang satu buku memang jarang bisa selesai , bahkan ada juga yang sengaja tidak aku selesaikan dan berganti membaca buku yang lain. nanti kalau lagi pengen baca lagi tinggal dibuka kembali.

3.Saya mulai menata buku-buku dengan rapi dan enak dipandang. Sungguh, saya suka melihat buku yang disusun rapi. tapi untuk saat ini buku-buku didalam kamar sedang saya packing untuk dikirimkan kekampung halaman karena sebentar lagi saya harus kembali. 

4. Buku yang lama ditumpuk dikamar yang lembab sangat menyedihkan, buku-buku bisa berjamur. Nah, kemarin saya bongkar-bongkar tumpukan buku dan mulai membersihkan buku-buku yang terkena jamur. bukti kalau aku sayang banget sama buku. Buku yg kita beli bisa bermanfaat untuk orang banyak loo. makanya selalu dijaga ya, jangan hilang. Rusak  atau lusuh nggak papa asalkan dibaca.

5. Buku lebih baik disampul ya halamannya, biar aman. kalau  pas lagi ditangan dan tiba-tiba hujan jadi aman nggak kena air atau noda lainnya. At least, ada usaha untuk menjaga dan mencegah hal-hal yang bisa menodai buku. oh ya, biasanya dibeberapa toko buku juga melayani penyampulan buku gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku. 

Selamat mewujudkan mimpi, bagi pecinta buku. Salam kenal