Bukan Wanita Mudah

Khusana Anik
Karya Khusana Anik Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Juni 2016
Bukan Wanita Mudah

Ada kata-kata bijak mengatakan bahwa cinta selalu tau tempat dia pulang. Sejauh ia telah pergi, ia pasti akan kembali ke rumahnya, yang disebut cinta sejati. Namun, cinta tak bisa disebut cinta jika tanpa perjuangan. Kau akan menemukannya, pada seseorang yang tidak mudah.

Begitupula dengan seorang wanita, semua wanita pasti ingin dianggap istimewa. Namun, siapa wanita istimewa itu? Jika kau menganggapnya istimewa (kemarin), spesial dan kata padanan lainnya. Maka, beginilah ia ingin dianggap istimewa. Maka, ketahuilah yang istimewa tak mungkin didapatkan dengan mudah.

Kau tau cerita Khodijah dengan Muhammad? Khodijah adalah wanita mulia dan sempurna dunia dan akhiratnya. Beliau jatuh cinta dengan Muhammad, bukan karena wajahnya namun karena akhlak dan kepribadiannya. Suatu saat ketika ia menyadari bahwa ada cinta untuk Muhammad di hatinya, ia tidak mau menampakkannya, ia tetap istiqomah dalam diam dan malunya sebagai wanita, ia menyimpan kegaguman itu sendiri. Sampai pada akhirnya, karena Allah telah berkehendak untuk menyatukan mereka, maka bersatulah mereka, Khodijah dan Nabi Muhammad, sebagai pasangan yang luar biasa berpengaruh dalam peradaban islam dan dunia Makkah...

Kau pasti hafal dengan cerita itu. Tahu betul. Faham betul.

Begitulah dia, dia ingin seperti Khodijah kepada  Muhammad dalam menjaga perasaannya, kejujurannya. Baginya, sebelum ia mengetahui dengan pasti perasaan itu kepadamu, ia tak ingin gegabah. ia memang menjawab tidak peduli. Karena dengan ketidakpeduliannya itu ia masih bisa bertahan denganmu sebagai teman. Sekarang lihatlah pertemananmu dengannya. Adakah yang mampu menjawab status pertemananmu sekarang?

Cinta memang takdir, ia fikir kau hanya kurang bersabar dengan takdir. Kenapa ketika kau benar-benar cinta dengannya, tak mau bersabar sedikit untuk menunggu takdirnya?  Cinta memang takdir, kau mungkin khawatir dengan perasaan sebelahnya, namun sejujurnya ia sedang mencari, lelaki mana yang benar-benar sungguh-sungguh. Mega dalam senja akan ia bangun pelan-pelan, kepada lelaki yang berani menunggu, berjuang lebih keras, untuk mendapatkan wanita yang istimewa.

Ia mungkin merasakan kecewa, padahal ia memiliki harapan lebih kepadamu sebelumnya. Kenapa dengan mudah kau mencari yang lebih mudah. Ia bukan yang mudah, karena ia ingin menjadi yang beda. Meski ia yakin akan ada orang yang jauh lebih tangguh untuk berjuang, lebih tangguh untuk lebih sabar menunggu. Ia tetap kecewa kepadamu. Ia jujur kepadaku saat ini.

Kau tahu? ia bilang ia minta maaf untuk semua perkataan yang menyakitkanmu. Tentang perasaan yang sempat ia gantungkan. Tentang harapanmu yang ia diamkan. Maaf sebesar-besarnya, katanya begitu kepadaku. Ia sakit sekarang, melihat tak ada raut kenal dimatamu kepadanya. Ia menangis, sampai ia tak bisa tidur memikirkannya. Skeecewa itukah kau dengan jawabannya. Padahal, ia ingin tahu lebih banyak tentangmu. Lewat caramu berjuang, lewat caramu mengahadapinya. Mungkin ini tidak adil, karena tidak ada perjanjian ini sebelumnya. Namun, itulah kerahasiaan.

Sempat ia berfikir bahwa yang kau tampakkan tentang kebahagiaanmu yang baru itu adalah caramu membalas dendam sakit kepadanya, maka ia tidak habis fikir, kenapa kau lakukan itu. Setega itu? Jika memang benar, berrati kau tau bahwa ia akan lebih dari kecewa melihatnya, namun kenapa kau tak kunjung mengerti? Penantian akan selalu mendapat ganjarannya masing-masing. Kenapa kau tak kunjung mengerti? Ia bukan wanita yang mudah. Ia ingin menjadi yang istimewa, seistimewa ia dimatamu sebelum ini. Kini, ia sudah lebih dari tau, cukup untuk diam dan pelan-pelan mencari kesibukannya yang lain.

Sebenarnya, ia ingin bertemu denganmu, menatap matamu langsung, meminta maaf kepadamu, sampai kau benar-benar mau memaafkannnya. Namun, rupanya kau tak ingin mengenalnya lagi. Ia hanya berharap, kau akan baik-baik saja dengan perasannya sekarang.

Untukmu, darinya, ditulis olehku

Untukmu, yang sempat ia kecewakan.

Dilihat 116