Kapan Berhijab Syar'i? Sebentar masih menunggu.

Kholidil Amin
Karya Kholidil Amin Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 07 Juni 2016
Kapan Berhijab Syar'i? Sebentar masih menunggu.

Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

Lagi-lagi aku mengawali tulisan tentang berhijab dengan ayat yang menjelaskan perintah Allah SWT mengenai kewajiban berhijab. Tulisan ini aku tulis untuk berbagi cerita saja sahabat. Sahabatku yang semoga dirahmati Allah SWT, berhijab ini tidak hanya sekedar menutup rambut dengan kerudung atau penutup sejenisnya tapi ada aturan-aturan tertentu mengenai berhijab, itulah yang akhirnya memunculkan sebutan "Berhijab Syar'i". Sahabatku para muslimah yang semoga dicintai Allah SWT yang belum berhijab, Yuk! Berhijab mumpung masih diberi kesempatan oleh Allah SWT. Dan untuk yang sudah berhijab, Alhamdulillah. Namun sudah syar'ikah hijab kamu, sudah menutup aurat dengan benarkah hijab yang kamu gunakan. Hmmm.

Beberapa temen beralasan belum bisa berhijab syar'i karena hijab syar'i nggak modis, nggak kekinian, nggak menarik dilihat orang lain dan banyak alasan yang lainnya. Sahabatku, esensi dari pemakaian hijab adalah agar kamu terlindungi dan tidak menjadi pusat perhatian dan menimbulkan pemikiran yang negatif khususnya oleh lelaki yang secara hukum islam haram melihat mu, dan salah satunya dengan berhijab syar'i. Inilah bukti Islam sangat melindungi kehormatan dan kemulian wanita tinggal kamu sebagai wanita, mau atau tidak di muliakan oleh agama islam yang mulia ini.

Yuk, Jadi kapan berhijab syar'i nih?. Menunggu untuk siap ?, Sahabatku muslimah yang dicintai oleh Allah, kamu siap kok, tinggal kembali lagi mau atau tidak menjunjung tinggi perintah Allah SWT. Sempat ada celetukan dari seseorang saat ditanya "kapan berhijab syar'i?" dan dijawab "menunggu lelaki (suami) datang dan memerintahkan aku untuk berhijab syar'i". Hmm bagus sih, masih ada janji akan berhijab syar'i, namun tidak alangkah baiknya berhijab syar'i itu dilakukan sekarang, untuk apa menunggu hal yang sebenarnya belum tentu terjadi, adakah jaminan dari Allah bahwa kita masih akan hidup suatu hari. Tentu tidak ada bukan. dan adakah jaminan dari Allah bahwa kamu akan mendapatkan lelaki yang mengingatkanmu untuk berhijab syar'i seperti itu. Masih ingatkah jaminan Allah bahwa lelaki sholeh untuk perempuan yang sholehah dan begitupun sebaliknya.

Sahabatku muslimah yang insyaallah selalu dinaungi lindungan dan hidayah, Mari dibulan ramadhan ini jadikan hal ini bahan koreksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik selepas ramadhan. Sekali lahi hidup adalah proses dan akan diam saat proses-proses kehidupan tidak dijalankan dengan baik. Mari berhijab dan menutup aurot dengan syar'i, tak usah beralasan menunggu A menunggu B yang tak pasti, tanamkan dan yakinkan pada hati kita bahwa Allah yang maha memberi kepastian menunggu Hijrah kita.

Malang, 7 Juni 2016

KHOLIDIL AMIN
Department of Communication Science
Faculty of Social Science and Political Science
Brawijaya University, Malang
Website: www.kholidilamin.com
Instagram: @kholidilamin
Twitter: @Kholidilamin
Facebook: Kholidil Amin

  • view 369