Berdamailah

Kholidil Amin
Karya Kholidil Amin Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Mei 2016
Berdamailah

Jangan membenci apapun yang pernah membuatmu bahagia. Setidaknya ia pernah menjadi bagian dari dirimu, dari hidupmu. Tak peduli sesingkat apa itu. Berdamailah dengannya, dengan mereka.

Terkadang yang kau miliki tak bisa kau genggam selamanya. Ada masanya keikhlasan harus mengiringinya pergi. Sesakit dan sesesak apapun itu, relakan. Walaupun baru selangkah pergi, tetap saja namanya pergi. Kau berteriak sekencang guntur pun tak akan ditolehnya. Kau genggam erat pun kepergiannya akan tetap konsisten. Usaha apapun yang dilakukan untuk menggiringnya kembali akan sangat sia-sia. Hanya satu yang tak pernah percuma. Ikhlas. Biarkanlah pergi, jangan pernah memohon untuk kembali, apalagi mengemis untuk tidak pergi. Buatlah ia yang menyesal telah meninggalkanmu di belakang.

Sepanjang apapun aku menulis tentang keikhlasan, sejauh apapun kalimatnya kurangkai dengan indah, tetap ada kebohongan yang menyelinap. Jangan tanya pada bagian yang mana dan pada siapa. Rasakan sendiri dari keganjilan yang tertuang dari kata-kataku. Lihatlah sendiri dari mataku.

Memang terkadang ada bagian dari hidup ini yang tak bisa diikhlaskan. Masih saja ada kesedihan ketika mengingatnya. Seperti melihat bekas luka, sangat perih. Bukan karena luka itu belum sembuh, hanya karena melihatnya seakan teringat dengan proses terjadinya. Masih saja ada rindu yang membungkus ketegaran. Masih saja ada air mata yang tumpah ketika teringat pada bagian-bagian cerita tertentu yang sangat menyakitkan.

Tuhan, apa hukumnya bagi ia yang menyakitiku tanpa pernah melakukan kekerasan, hanya karena aku merasakan sakit? Dosakah ia, Tuhan?

 

---------------------------------------------

Malang, 10 Mei 2016

Penulis adalah teman saya di kampus yaitu

DIAH CHARISMA LESTARI
Department of Communication Science
Faculty of Social Science and Political Science
Brawijaya University, Malang
 

  • view 109