Aku berjalan terarah pulang, tapi tak ada yang ku pikirkan, kosong.

Khaulania Haidarani
Karya Khaulania Haidarani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Juli 2016
Aku berjalan terarah pulang,  tapi tak ada yang ku pikirkan, kosong.

Langkah mungkin salah, tapi niat jangan sampai salah. Aku kehilangan separuh diriku. Aku berjalan terarah pulang, tapi tak ada yang aku pikirkan, kosong. Aku memang memutuskan untuk tidak berkeras hati dan memaksakan kehendakku, tapi sedemikian lumpuh logika ini. Kalah. Malu. Bah di pecundangi dunia. Habis. Aku tamat.

Aku bersyukur, aku hanya ingin bernafas lega. Sedemikian keraskah penerimaan untuk hidup ini. Kataku bersyukur, tapi hati tak terima, entah orang macam apa aku ini. Kumaki diri sendiripun tak guna. Kuhujat diri sendiri, Aku lelah.

Ku ulang-ulang pertanyaan untuk diriku sendiri, apa yang aku cari di dunia ini? Cinta? Sungguh? Dunia ini teramat kejam, kenyataan hidup yang sering tidak berpihak pada nasib kita membuat diri semakin tergilas dan tenggelam.

Seakan kematian sudah dekat denganku, tak ada yang ku mau. Aku hanya ingin selalu dekat dengan-Mu Tuhanku Allat SWT. Terima kasih atas kemurahan yang Engkau berikan kepada keksih kecil-Mu ini.

Seperti wanita lainnya, akupun ingin di cintai dan mencintai dengan setia, begitulah permohonanku setiap malam.

  • view 196