Berlayar ke Timur

Khatulistiwa Muda
Karya Khatulistiwa Muda Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 17 Oktober 2016
Berlayar ke Timur

 

Rintik hujan perlahan turun menemani obrolanku dengan beberapa santri Pesantren Nusantara. Bermodal rokok dan kopi kami mulai berbincang. Cerita masa kelam kami terbongkar. Beberapa dari mereka bisa dibilang jauh lebih pelik dalam hal kenakalan remaja. Bukan sekadar cabut sekolah atau mabuk-mabukan. Pengalaman berlayar hingga ke timur Nusantara pernah mereka lakoni. Berbulan terombang-ambing di laut bukan hal yang mudah. Kemampuan mereka bertahan hidup membuatku diam, seribu bahasa.

 

Perjalanan panjang mereka berlabuh pada sebuah Pesantren.  Mereka bahkan tak percaya bisa menuntut ilmu di Pesantren. Pengalaman dan kedegilannya kadang menghasilkan minder dan tertutup oleh kenyataan juga takdir bahwa mereka sudah belajar di pesantren sekarang. Serusak apa pun orang, jika doa ibu dan keluarga serta leluhur terus mengalir, ia pasti akan kembali pada jalan yang sudah di tentukan. Allah yang maha pengasih dan penyayang selalu punya cara untuk menjaga kami yang pernah rusak di telan gaya dan peradaban jalan. 

 

Masa lalu yang kelam pernah kami lewati. Tanpa rasa malu kami siap menjalani hari ini dengan lebih baik. Ya Allah, bantu kami menjaga semangat memperbaiki diri. Hanya dengan kekuasaan-Mu kami bisa sampai di sini sekarang, bertemu di bawah payung bernama Pesantren Nusantara. Semoga Ridha-Mu terus mengawani setiap langkah juga setiap hembusan nafas, Hu... Allah.

 

PesisirJakarta, 08 Mei 2016.

  • view 236