Karunia Airmata

Khatulistiwa Muda
Karya Khatulistiwa Muda Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 11 Oktober 2016
Karunia Airmata

Karunia Airmata

 

MANUSIA modern seperti Teresa, Gandhi, Dalai Lama, dan Gus Dur, adalah bagian paling sedikit dari jubelan manusia di dunia kita, yang menjadikan airmata mereka sebagai pusaka usia. Airmata bagi mereka, seolah tak pernah berhenti mengalir dan terus menjebol relung jiwanya hingga berbuah kebaikan, kedamaian, ketulusan, tenggang rasa, kasih-sayang, juga cinta.

 

Hanya dengan diam dan sorot mata yang teduh, Gandhi membungkam kebanalan 300-an juta penduduk India yang saling bertikai atas nama Hindu, Sikh, Jain, dan Islam. Ia tak lelah mengajar(k) rakyatnya menyelam lebih dalam ke diri sendiri. Melakukan penemuan sejati tentang hakikat hidup ini. Pertikaian, kendati dilambari menang-kalah & salah-benar, tetap saja bernama pertikaian. Sebuah upaya serius mengotori kesucian hati dengan merasa benar sendiri.

 

Memang tak semua manusia beroleh rahmat khusus dari tuhan sebagaimana tiga manusia istimewa itu. Namun setidaknya era kita ini pernah melahirkan-menghidupi mereka. Kita wajib belajar dari manusia teladan itu. Airmata mereka tak tumpah siasia. Mereka tak sekadar menangis. Tak cuma bersedih. Tapi mereka memberi sumbangsih besar pada peradaban kita dengan kucuran airmata yang membasahi ketidakadilan. Hingga merembes sempurna jadi nilai luhur kehidupan--yang bagi kebanyakan manusia, dianggap rongsokan sejarah. []  

 

Ren Muhammad @ 4 Muharam 1438 H

  • view 259