MENGKRITISI PUISI SENDIRI

Mh Ramadhan ( Kerikil Tajam )
Karya Mh Ramadhan ( Kerikil Tajam ) Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 27 Mei 2016
MENGKRITISI PUISI SENDIRI

Menjadi orang lain..wah rasanya bagaimana ya....

up.... jangan kaget dulu untuk yang satu ini

sebab akan menjadi sangat menarik sekali jika kita bisa menjadi orang lain ketika kita membaca puisi-puisi kita sendiri.

Puisi adalah karya sastra paling unik yang kita tulis dengan memadukan unsur estetika dan logika penuh dengan simbol-simbol dan kaya dengan beragam makna dan pesan yang ada di dalamnya. Ketika kalian berusaha untuk menulis puisi tulislah apa adanya sesuai dengan apa yang terlintas dalam hati dan pikiran kita,

bahasa sederhananya biarkan ia mengalir apa adanya seperti air kalau pun puisi yang kalian tulis itu berlembar-lembar bahkan tak jarang puisi yang saya tulis ketika masih belajar dulu 5 lembar hvs,

Wah....akhirnya selesai juga puisi yang kalian tulis silahkan ambil napas pelan pelan lalu simpanlah puisi yang baru saja selesai di tulis di tempat yang mudah dilihat. Untuk proses awal saya anggap selesai.

Pulang kerja, atau habis jalan -jalan di saat pikiran lagi enjoy dan ngeplay,buatlah segelas teh manis atau kopi atau cemelan apa pun yang membuatmu santai dan rileks. Lalu ambil kembali puisi yang kemarin kalian tulis baca lagi dan jadilah orang lain untuk mengkritisi puisi sendiri, papaslah dan penggallah beberapa kalimat yang memang tidak di perlukan yang sekira-kiranya sudah terwakili oleh kalimat sebelumnya, jika sudah selesai simpanlah kembali puisimu di tempat yang mudah di lihat.

Metode seperti itu biasa dilakukan oleh penyair-penyair kelas tinggi yang karya-karyanya layak dipertanggung jawabkan, puisi yang baik akan melalui proses pengendapan hingga berhari-hari bahkan berbulan dan bertahun.

Setelah berhari dan berbulan puisi yang kalian tulis dibiarkan merana sendirian di atas meja, kertasnya sudah dibercaki oleh tetesan air hujan hingga puisimu lecek dan kusut tengoklah kembali sambil minum kopi coba baca lagi, papas lagi dan baca lagi hingga benar-benar mewakili apa yang hendak kalian sampaikan.

Bisa jadi puisi yang telah kalian tulis berlembar-lembar ternyata setelah di belah dan di kritisi oleh dirimu sendiri yang saat itu seolah menjadi kritikus profesional  ternyata hanya di wakili oleh 5 bait.

ingat.....puisi yang indah adalah puisi yang ada di dalam dada kita yang belum sempat kita tuliskan, selamat mencoba....menjadi orang lain.

 

  • view 104