[Ringkasan] Launching Kuttab Al-Fatih Surabaya

Kenji  H
Karya Kenji  H Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Maret 2016
[Ringkasan] Launching Kuttab Al-Fatih Surabaya

Berawal dari rasa khawatir mengenai sistem pendidikan yang ada pada zaman sekarang, muncul rasa ingin mengadakan dan memulai pendidikan seperti pada masa kejayaan Islam. Pendidikan yang mengutamakan iman dan Al-Quran. Muncullah, Kuttab Al-Fatih, sekolah untuk para generasi muslim masa depan kejayaan peradaban Islam.

Sabtu (3/6 1437H)(12/3 2015M), saya menghadiri Launching Kuttab Al-Fatih Surabaya dengan pembicara Ustadz Budi Ashari, Lc (Inspirator dan Pembina Kuttab Al-Fatih). Apalagi gratis dan untuk umum, hehe..

Rujukan Kurikulum

Rujukan kurikulum Kuttab Al-Fatih tidak seperti yang ada pada zaman ini yang merujuk pada filsuf Yunani, filsuf barat, teori Darwin, cerita takhayul, dlsb. Selain mengindikasikan syirik juga mubadzir waktu, tenaga, dan uang.

Kurikulum Kuttab merujuk pada 3 hal, apa itu?

1. Al-Quran

2. As Sunnah

3. Kitab para Ulama

Kuttab Al-Fatih menekankan iman dan Al-Quran dalam pembelajarannya. Kuttab juga mengajarkan wawasan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran Kuttab sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah dalam suatu kitab yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. (Saya lupa judul kitab dan nama ulama' nya). Pendidikan Kuttab Al-Fatih adalah pendidikan informal. Bukan formal bukan non-formal. Ada landasan undang-undang tersendiri untuk pendidikan informal.

Niat yang ditanamkan Kuttab pada santrinya adalah bagaimana santri benar-benar paham dan menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka. Lo kan sudah ada SD Islam, Madrasah Ibtidaiyah, dlsb? Ustadz Budi bercerita, suatu waktu anaknya yang bersekolah di MI bercerita kalau gurunya merokok. Tak hanya merokok, guru laki dan perempuan nya cubit cubit an. Singkat cerita beliau mencoba datang ke sekolah dan pura-pura duduk. Ternyata benar gurunya merokok. Kalau pengajar sudah rusak, jangan harap pendidikan berkualitas ada.

Kuttab Al-Fatih membuat kebijakan jam sekolah hanya sampai dhuhur. Mengapa? Ada 2 pertimbangan :

1. Setelah para santri pulang, gantian guru nya yang belajar. Guru juga harus belajar, kalau guru tidak tepelajar, gimana murid mau terpelajar. Kalau pulang sore, guru sudah lelah dan tidak ada waktu.

2. Saatnya pendidikan dari orang tua. Ketika di sekolah diajarkan minum sambil duduk dan menggunakan tangan kanan. Suatu waktu santri pulang panas-panas lelah ambil air diminum sambil berdiri menggunakan tangan kiri.?Useless?sudah ilmu yang diajarkan di sekolah. Di situlah peran orang tua.

Karena Kuttab bukan tempat penitipan anak, Kuttab adalah sarana pembelajaran. Yang belajar siapa? Ada 3

1. Guru

2. Santri

3. Orang Tua

 

 

Kuttab Al-Fatih Surabaya

Jalan Gubeng Kertajaya V-D No. 47-A Surabaya, 60281

08113079790, 085645068652

www.kuttabalfatih.com

 

  • view 2 K