Sekolah Tanpa Esensi

Kenji  H
Karya Kenji  H Kategori Inspiratif
dipublikasikan 07 Februari 2016
Sekolah Tanpa Esensi

Coba renungkan di setiap sore, apa yang sudah kita dapat tadi di sekolah?

?

Impian nya mau jadi pilot, tapi dipaksa belajar matematika kimia fisika sejarah biologi dlsb, mana nyambung??

Ibaratnya burung yang dipaksa belajar berenang atau kura-kura yang dipaksa belajar terbang

?

Lho pilot kan juga butuh matematika, fisika, gitu-gitu?

Iya butuh, tapi ga dalem-dalem amat kayak yang di sekolah formal juga. Masa iya mengemudi pesawat sambil mengingat rumus persamaan kuadrat di sekolah? atau mengingat hukum archimedes yang dicatat di buku tulis?

?

Mungkin ada Lin Dan lain yang potensinya bungkam jadi dosen fisika. Mungkin ada Bill Gates lain yang sekarang jadi satpam di sebuah perkantoran

?

Cukup sudah. Berhentikan semua omong kosong ini. Pergi ke sekolah tanpa tujuan, hanya untuk meraih ijazah. Materi dari guru tidak paham, saat ulangan contekan. Nilai bagus, dapat ijazah, selesai.

?

DIMANA ESENSINYA?

Jangan buang waktu untuk hal-hal yang tak berguna. Tentukan tujuan, raihlah!

?

Kalau tujuanmu surga, perbanyak amal kebaikan. Jauhi yang dilarang, taati yang diperintah.

Kalau impianmu jadi tukang sampah, ga usah malu!

?

Asal kita mengerjakan dengan sepenuh hati, kenapa harus cari pekerjaan dengan jabatan tinggi, hanya karena gengsi

?

Pendidikan bisa didapat dimana saja, di sekitar kita. Buat apa belajar matematika rumit-rumit tapi diminta ibu berbelanja tidak mau.

?

Pendidikan ada di kehidupan sehari-hari kita. Berbelanja, membersihkan rumah, menjamu tamu, itu namanya pendidikan.

?

Membantu orang tua, sopan dan santun, membantu orang menyebrang, itu baru namanya pendidikan

?

Miris siswa dituntut belajar semua pelajaran di sekolah, tapi tidak punya etika.

?

Ibaratnya. Tak diajarkan agama dan etika, lalu diajarkan ilmu nuklir. Apa yang terjadi? Menggunakan nuklir seenaknya sendiri tanpa mempedulikan korban dan lingkungan. Masih lebih baik kalau tak tahu ilmu nuklir, tak menuruti egonya, tak membuat kerusakan

?

Mari Renungkan!

Source:

Ayah Edy

Karangan berdasarkan wawasan

  • view 232

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Artikel bagus...^_

  • Asep Kamaludin
    Asep Kamaludin
    1 tahun yang lalu.
    Apakah ini yang dinamakan dengan pencekokan? Bahwa memang kebutuhan sekunder tiap manusia berbeda-beda. Adapun agama dan etika memanglah kebutuhan primer yang harus ditanamkan pada diri manusia; dalam hal ini siswa. Apa yang bisa kita lakukan? Menentang kebijakan kurikulum pemerintah atau malah pemerintahnya yang harus merubah pola kurikulum pendidikannya. Hal ini memang polemik; antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan sekundernya. Bagi orang awam seperti saya, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan kegiatan parsial yang mampu membendung siswa dengan agama dan etika.