1 detik penghancur

Nurus Sarifah
Karya Nurus Sarifah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Mei 2016
1 detik penghancur

Ai, mengapa memahamimu sesulit memahami alam semesta?? Ada tapi tak terhingga?!

Kau tau ai,pagi itu langit berkehendak mempertemukan kita. Latar masjid seakan menjadi seting pertama pertemuan kita. Tidak ada interaksi memang tapi entah mengapa dada ini berdesir hebat saat mata hujanmu menyusup direlung hatiku. Malam malam selanjutnya kau hadir menawarkan sejuta pesonamu, aku makin mabuk kepayang saja.

Ai, ingat tidak pertemuan kedua kita? Malam itu hujan lebat, tapi aku tetap menghangat setelah lafadz al bayyinah menggema beberapa menit yang lalu memenuhi masjid. Iya ai, itu suaramu kalau tidak salah lagu bayyati yang kau pilih, entahlah lagu apa itu yang jelas jantungku makin tak berkompromi saja.

Ai, jam 21.27 hujan masih tak berhenti. Orang orang yang berteduh lebih memilih menyerah menembus hujan. Aku tetap bertahan, aku ingin berlama lama mengenangmu, mata hujanmu, wajah teduhmu, lantunan al bayyinah yang memabukkanku. 

"Rembulan tak datang tapi rembulan merah jambu menghujam !!" Aku kaget bukan kepalang, kau berdiri lima langkah dibelakangku. Kau tatap hujan dengan begitu memuja seolah ini hujan terakhir dibumi.

Aku membisu, pipiku memanas bahkan dingin yang melingkupi menguap kalah dengan pesonamu. Jangan tanya jantungku, rasanya sudah melompat lompat tanpa permisi.

"Hujan!?" Sial, dari sekian banyak kosakata tapi hanya pernyataan bodoh yang keluar dari mulutku. Aku semakin merunduk merutuki tingkah bodohku.

Kamu terkekeh, "tidak semua jatuh itu sakit!? Tidak semua jatuh itu nestapa !?Hujan jadi rahmad kalau jatuh, bintang jadi makin indah kalau jatuh, dedaun juga makin bagus saat jatuh, tapi sayang hatimu jatuh ditempat yang salah!?

"Aku akan pergi besok!!" Lanjutnya lagi

Aku tertegun, masih tak mengerti dengan ucapannya yang aku tangkap dia hanya akan pergi. 

"Kemana??"

"Menjadi imam calon istriku !!?"

Kakiku bergetar hebat mulutku kelu, hanya butuh tiga detik untukku jatuh cinta tapi dalam satu detik semua luluh lanta.

  • view 117