Basar Niat di Hari Jadi Kab. Berau dan Kota Tanjung Redeb.

Kawal Literasi Berau
Karya Kawal Literasi Berau Kategori Budaya
dipublikasikan 17 September 2016
Basar Niat di Hari Jadi Kab. Berau dan Kota Tanjung Redeb.

Berbagai sudut pandang dan bukti (data) historis menjadi dasar atau pendekatan untuk menentukan hari jadi kota. Memang sangat pelik untuk menetukan hari jadi kota di masa lampau. Begitu juga dengan Hari jadi Kota Tanjung Redeb. Dalam buku "Sejarah Daerah Berau" yang di tulis oleh Drs. Achmad Maulana di tahun 2001, menuliskan Tanggal 15 sepetember 1810 ditetapkannya Hari Jadi Kota Tanjung Redeb dalam Seminar tahun 1992.

Penetapan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb, di upayakan dari pendekatan historis, momen kejayaan Negari (sekarang disebu Daerah) atau peristiwa heroik yang pernah terjadi. Pada Tahun 1810 Sultan Alimuddin atau yang di kenal dengan nama Raja Alam mendirikan istana sebagai pusat pemerintahaannya di Tanjung (sekarang Tanjung Redeb).

Kemudian, 15 september 1836 Sultan Alimuddin (Raja Alam) di bebaskan dari pengasingan di Makkasar atas perjuangan heroiknya melawan Kolonialisme Belanda. Dua bukti sejarah tersebut, panitia seminar menetapkan hari jadi Kota Tanjung Redeb pada tanggal 15 sepetember 1810.

-Basarnya Niat
Meminjam Judul/syair lagu yang di tulis oleh (alm.) Abdurrahman Siddik seorang budayawan senior Kab.Berau. Saya tidak mengulas dan menginteprtasi syair tersebut secara keseluruhan. 'Basar' jika di tarjim kedalam bahasa Indonesia memiliki arti Besar dan 'Niat' adalah Niat.

Kata Niat memiliki makna harapan, jadi secara holistik kata Basar Niat adalah besarnya harapan, besarnya keinginan. tentu dalam hal ini harapan untuk berkehidupan yang baik di bawah Pemimpin dan Pemerintahan yang baik. Maka, patut kita menjaga nilai-nilai sejarah dan kebudayaan sebagai satu tatanan dan tuntunan dalam berkehidupan di bumi Banua (Berau) yang lahir dari besarnya harapan dan besarnya semangat para pedahulu untuk mensejahtrakan rakyat yang telah menyatu di bumi Battiwakal.

Selamat Hari jadi Kab.Berau dan Kota Tanjung Redeb. Mari kita semua menjaga Niat yang besar dan berkobar itu agar tidak redup oleh zaman.

Refrensi:
Drs.Achmad Maulana, Sejarah Daerah Berau. 2001 (Koleksi Perpus Daerah Berau).

Wallahu'alam
*Syamsuddin Juhran 
(Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Non-Formal dan Penggiat Literasi di Kawal Literasi Berau)

  • view 253