Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 18 Januari 2018   11:23 WIB
Artikel Katarina Hulen: Peran Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak

PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN ANAK

Oleh :

Katarina Hulen

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Muhammadiyah Kupang

 

Abstrak

        Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak-anak serta famili yang menjadi penghuni rumah. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal kehidupannya. Karena dalam keluarga anak akan merasa tentram dan nyaman untuk melangsungkan kehidupannya. Orang tua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Dan orang tua juga sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Oleh sebab itu orang tua harus memiliki pengetahuan dan cara untuk mendidik anak sehingga kelak anaknya menjadi orang sukses dalam meraih cita-citanya. Semua orang tua pasti mendambakan anaknya kelak menjadi anak yang pintar dalam pendidikan. Karena pendidikan akan menjadi fondasi bagi anak terutama dalam menghadapi problematika kehidupan yang akan datang.

Kata Kunci : Peran orang tua, pendidikan anak

Pendahuluan

      Keluarga merupakan tempat di mana anak akan diasuh dan dibesarkan dan merupakan tempat pertama anak mendapatkan pendidikan yang bersifat alamiah. Karena dalam lingkungan keluarga seorang anak mulai mendapatkan pendidikan untuk yang pertama kalinya. Orang tua harus mengenal lebih dalam mengenai karakter anaknya supaya dapat mengetahui sejauh mana kemampuan anak di dalam menghadapi situasai belajar, sehingga orang tua dapat menuntun mereka dengan tepat dan berhasil.

         Salah satu tujuan dari pendidikan adalah menolong anak mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, dan karena itu pendidikan sangat menguntungkan bagi anak.Dalam keluarga anak dipersiapkan untuk memasuki dunia yang lebih baik. Oleh karena itu dukungan orang tua sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan sang buah hati mereka.

Bagian inti

  1. Peran Orang tua

         Peran orang tua dalam mendidik anaknya adalah menyediakan seluruh fasilitas yang memadai dan biaya. Peran orang tua dalam pendidikan anak tidak sebatas menyediakan pendidikan yang layak bagi anak, akan tetapi juga ikut mendidik anak. Sifat pendidikan yang dapat diperoleh di mana saja memberikan gambaran bahwa pendidikan seorang anak juga melibatkan orang tua sebagai pelaku aktif dalam mendidik anak. Orang tua dapat menjadi motivator pertama bagi seorang anak untuk menentukan tujuan dari hidupnya. Memberikan dorongan-dorongan yang tentunya memiliki ikatan batin akan lebih bermakna dibandingkan dengan dorongan yang datang dari luar dan akan membentuk karakter anak akan lebih bermanfaat.

      Keuntungan yang didapatkan orang tua dalam mendidik anak adalah kesempatan pertama memberikan gambaran mengenai nilai dan norma kepada anak. Orang tua merupakan orang pertama yang mendapat kesempatan membentuk karakter anak. Sehingga peran orang tua sangat penting bagi perkembangan pendidikan anak.Peran orang tua dalam mendidik anaknya tidak akan tergantikan oleh siapapun, misalnya dari lembaga-lembaga sekolah dan lingkungan masyarakat. Karena bagaimanapun tanggung jawab mendidik anak ataupun membina anaknya terdapat pada puncak orang tua yang dapat berperan aktif dari anak itu masih di dalam kandungan hingga anak itu tumbuh dewasa.

        Untuk itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk belajar dan terus-menerus mencari ilmu, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak. Agar terhindar dari kesalahan yang mendidik anak yang dapat berakibat buruk bagi masa depan anak-anak. Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anak mereka, melihat potensi dan bakat yang ada di diri anak-anak mereka, memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah. Para orang tua diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral yang luhur dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang menyerah.

Pola pengasuhan anak dalam keluarga:

Keluarga memainkan peranan penting dalam proses sosialisasi karena beberapa alasan sebagaimana yang disebutkan oleh Perry dan Perry (1984: 143) yaitu:

  • Keluarga banyak memberikan pengaruh kepada anak sejak pada tahapan awal perkembangannya.
  • Keluagra berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak, baik itu yang bersifat kebutuhan fisik maupun emosional.
  • Keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar dan bersifat terus-menerus dalam kehidupan anak.
  • Keluarga adalah kelompok primer, di mana anak belajar dari orang-orang yang dianggapnya mempunyai ikatan personal dan emosinal yang dekat dengannya.
  • Anak-anak lahir dari keluarga yang mempunyai ikatan personal dan emosional yang dekat dengannya.
  • Di dalam keluarga, anak belajar bahasa sebagai sarana untuk memulai proses internalisasi norma-norma dan nilai-nilai kebudayaan yang didukungnya.

       Oleh karena itu, sosok orang tua sangat dibutuhkan anak karena peran orang tua sangat penting dalam membentuk keperibadian seorang anak. Anak membutuhkan kasih sayang dan bimbingan untuk membentuk keperibadiannya sehingga ia dapat menjadi pribadi yang berakhlak untuk mencapai cita-cita yang anak dambakan. Semua ini anak dapatkan dalam lingkungan keluarga.

  1. Pendidikan Anak
  • Cara mendidik anak

       Orang tua yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, mungkin acuh tak acuh, tidak memperhatikan kemajuan belajar anaknya akan menjadi penyebab kesulitan belajarnya. Orang tua yang bersifat kejam, otoriter, akan menimbulkan mental yang tidak sehat bagi anak. Hal ini berakibat anak tidak dapat tenteram, tidak senang di rumah, ia pergi mencari teman sebayanya, hingga lupa belajar. Sebenarnya orang tua mengharapkan anaknya pandai, baik, cepat berhasil, tetapi malah menjadi takut, hingga rasa harga diri kurang. Orang tua yang lemah suka memanjakan anak, ia tidak rela anaknya bersusah payah belajar, menderita, berusaha keras akibatnya anak tidak mempunyaikemampuan dan kemauan, bahkan sangat tergantung pada orang tua, hingga malas berusaha, malas menyelesaikan tugas-tugas sekolah, hingga prestasinya menurun. Kedua sikap itu pada umumnya orang tua tidak memberikan dorongan kepada anaknya, hingga anak menyukai belajar, bahkan karena sikap orang tuanya yang salah anak bisa benci belajar.

          Maka dari itu orang tua merupakan contoh terdekat dari anak-anaknya. Segala yang diperbuat orang tua tanpa disadari akan ditiru oleh anak-anaknya. Karenanya sikap orang tua yang bermalas-malasan tidak baik, hendaknya dibuang jauh-jauh. Demikian juga belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar sikap dewasa dan tanggung jawab belajar, tumbuh pada diri anak.

  • Pilihlah sekolah sesuai dengan minat anak

       Sebelum mendaftarkan anak pada sekolah tertentu, orang tua harus mencari informasi mengenai sekolah yang dituju yang disesuaikan denagn minat anak. Misalkan bila anak suka terhadap seni, maka orang tua bisa memasukannya pada sekolah yang memiliki berbagai ekstrakurikuler seni yang menjadi minatnya. Kesesuaian minat anak dengan sekolah akan memudahkan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. Anak juga akan merasa senang bertsekolah sesuai dengan minatnya.

  • Penuhi kebutuhan sekolahnya

     Sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban setiap orang tua untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.

  • Dampingi anak belajar di rumah

     Anak terkadang tidak langsung memahami materi pelajaran tertentu yang ia dapat di sekoalah. Sebagai orang tuanya diharapkan dapat membantunya menuntaskan masalah tersebut. Saat di rumah dampingi anak belajar dan membantu anak untuk memahami materi pelajaran yang tidak dikuasainya.

  • Motivasi anak untuk meraih cita-citanya melalui pendidikan

      Pendidikan formal sangat penting bagi anak dalam meraih cita-citanya. Orang tua harus memotivasi anak untuk rajin belajar dan bersekolah untuk meraih cita-cita yang diinginkannya.

  • Ciptakan suasana nyaman dalam belajar

       Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan tenang sehingga anak dapat berkonsentrasi saat belajar di rumah.

  • Perhatian dan kasih sayang

        Perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya sangat berperan dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak. Misalnya saat anak kesulitan dalam belajar orang tua segera mencari solusi untuk mengatasinya. Saat anak mendapat masalah dengan teman-temannya orang tua juga yang dengan perhatian dan kasih sayangnya membantu menghadapi masalahnya.

  • Menanamkan budi pekerti

         Menanamkan budi pekerti tak dapat dilepaskan dari peran orang tua. Banyak nilai-niali budi pekerti yang harus diajarkan kepada anak, seperti sopan dalam berkata, menyapa orang lain, menghormati dan menghargai orang lain. Hal ini penting ditanamkan pada diri anak sejak dini sehingga mereka bukan hanya menjadi anak yang cerdas di sekolah, tetapi juga cerdas dalam bersikap dan bersopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.

Penutup

Kesimpulan dan saran

            Jadi pada dasarnya, pendidikan itu hanya terpaku dibangku sekolah saja. Akan tetapi pendidikan juga bisa dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, yang dijalankan oleh orang tua sendiri. Dengan memberikan perhatian yang cukup, pembelajaran yang dilaksanakan dengan kasih sayang. Karena denagn cinta dan kasih sayang, maka dorongan seorang anak akan lebih besar dalam rangka mencapai hasil.

            Jadi orang tua hendaknya memberi perhatian lebih pada anaknya, senantiasa memotivasi dikala anaknya mendapatkan hambatan dalam belajar, bisa menjadi teman dikala seorang anak memerlukannya, dan menjadi guru yang baik baginya untuk menopang mutu pendidikan anak di masa depannya.

 

Daftar Rujukan

Dalyono, M. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Https: // www. Eurekapendidikan. Com / 2015 / 03 / fungsi-dan-peran-orang-tua-untuk. httml

Wahayono, Effendi. 2002. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

 

 

Karya : Katarina hulen