Gagah di Dunia Maya, Gagal di Dunia Nyata

Gagah di Dunia Maya, Gagal di Dunia Nyata

Kasri Riswadi
Karya Kasri Riswadi Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 Januari 2017
Gagah di Dunia Maya, Gagal di Dunia Nyata


Saya terkesima membaca paparan Unesco (2012), bahwa minat baca orang Indonesia indeksnya hanya 0,001, atau menduduki urutan ke-60 dari 61 negara di dunia, atau di atas dikit dari Botswana. Artinya, tingkat literasi atau minat baca orang Indonesia sangatlah rendah.

Kontras dengan itu, 52,5% warga Indonesia sudah melek internet, atau 132 juta dari keseluruhan jumlah penduduknya sudah menjadi pengguna internet. Dan lebih 60 juta penduduknya punya smartphone, negara ke-5 terbanyak di dunia dalam kepemilikan smartphone. Pertanyaannya, apakah pemiliknya juga smart?

Menurut Karlina Supeli, Indonesia nomor 5 paling cerewet di dunia. Bahkan, Jakarta adalah kota paling cerewet. Lima (5) twit per detik. Bayangkan tidak suka membaca, tapi supercerewet?
Apa hasilnya sekarang? Berita ujaran kebencina tumbuh subur, hoax berserak tanpa tabayyun, caci-makian berlipat ganda, sumbu pendek bertebar, dst..dst.

Maka, jadilah sosok yang "gagah" di dunia maya, gagal di dunia nyata. Implikasinya, muncullah manusia-manusia yang tidak mau bertanggung-jawab. Manusia kerdil. Entah bagaimna nasib bangsa kita ke depan jika mainstreamnya seperti ini???



Penulis : Mukhaer Pakkanna (Ketua STEAD Jakarta) melalui link http://www.pedomankarya.co.id/2017/01/gagah-di-dunia-maya-gagal-di-dunia-nyata.html

  • view 337