Dukungan Keragaman Untuk Pak Dirman

Karin Tasya
Karya Karin Tasya Kategori Politik
dipublikasikan 07 Agustus 2017
Dukungan Keragaman Untuk Pak Dirman

Pemimpin harus bisa diterima dan nyatu dengan semua kelompok dan golongan. Pada sosoknya kita bisa melihat adanya keberagaman. Hal semacam itu diperlukan, sebab ia harus menjadi representasi dari kebersatuan dan keberagaman, pada saat yang bersamaan. Tentu saja ini tidak mudah, tapi itulah yang sedari awal dimiliki oleh Sudirman Said. Perjalanan hidup telah menempanya untuk bisa menerima dan diterima oleh berbagai perbedaan.

Sudirman Said mempunyai gaya bicara dan nada yang lembut, terukur, sistematis dan santun. Itu cukup untuk membuatnya diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari pedagang asongan hingga pengusaha dan profesional kelas kakap; mulai dari mereka yang hidupnya terhimpit hingga mereka yang elit; pun dari mereka yang berpikiran sederhana hingga mereka yang akademisi, kyai, dan juga ulama.

Artinya, modal keragaman sebagai syarat untuk menjadi pemimpin sudah didapatkan oleh Sudirman Said. Setidaknya, beberapa hari kunjungannya ke Jawa Tengah menjadi representasi bagaimana Sudirman Said bisa berbaur dan diterima oleh semua kalangan dengan perbedaan yang beragam. Hal ini terkait dengan keinginannya untuk maju menuju Jateng 1 yang didukung oleh keragaman

Sudirman Said mendapatkan doa dan restu dari para kyai dan habaib untuk bisa meraih kursi Jateng 1; ia juga mendapatkan dukungan dan doa dari tokoh pembela hak perempuan dan anak asal Sragen; begitu juga dengan dukungan yang didapatkan oleh Sudirman Said dari mantan Menteri Orba, Prof. Soebroto; dukungan juga datang dari dalang Bupati Tegal; dan termasuk juga dukungan dan kepercayaan dari Jusuf Kalla.

Artinya, Sudirman Said didukung oleh keragaman. Mereka yang mendukungnya datang dari berbagai warna, yang akan membuat Jawa Tengah lebih indah dan meriah.

Ketika Sudirman Said dituduh memanfaatkan isu-isu keislaman, tegas ia katakan, “teman-teman saya banyak dan beragam. Sebagai seorang profesional dan pernah menjadi menteri, teman-teman saya banyak, dari berbagai kelompok, kelas sosial, dan agama. Jadi, tidak benar kalau saya dianggap memanfaatkan isu-isu keislaman”. Karena baginya, kebhinnekaan yang hakiki adalah hidup dan bekerjasama dengan aneka warna manusia.

Barangkali karena alasan itu pulalah, Sudirman Said masuk dalam pantauan radar beberapa partai. Ia mempunyai kans untuk dijagokan dan menjadi pemenang. Selain putra daerah, Sudirman Said juga mampu bersaing secara keilmuan, pengalaman, gagasan, dan tentu saja integritasnya. Beberapa partai mulai membidiknya untuk dijadikan calon kuat pada kontestasi Pilkada Jateng 2018 mendatang. Setidaknya ada 3 partai besar yang mempertimbangnya; Gerindra, PAN, dan PKS.

Politik, tentu saja dinamis. Petanya bisa berubah sekali waktu, tanpa mudah diprediksi. Tapi, siapapun tahu, bahwa kemenangan hanya akan diraih oleh mereka yang diterima dan menerima keragaman; dan Sudirman Said sangatlah layak untuk itu!

  • view 99