"Kaum Yang Tuli Pada Syariat"

abdullah Hasym
Karya abdullah Hasym Kategori Agama
dipublikasikan 07 Juni 2017

Pada akhirnya seiring berjalannya waktu akan ada manusia yang sadar dan memahami tentang hakikat dirinya didunia bahwa dia adalah seorang manusia yang terlahir dengan kekurangan, lemah dan serba keterbatasan hingga Akhirnya Allah memberikan peluang potensi yang sama dalam diri semua manusia.

Perjalanan hidup seorang manusia akan berakhir pada sebuah ujung kehidupan dunia dan awal dari kehidupan akhirat ujung itu adalah kematian, maka semestinya seorang manusia menjadikan Akal untuk memilih dan menentukan setiap keputusan dengan tepat.

Kesadaran seorang hamba atas dasar akal yang berfungsi mengaitkan dirinya dengan sang pencipta akan menghasilkan sebuah kesadaran bahwa segala yang ada di dunia adalah bukti ke agungan Allah Swt. Maka sangatlah perlu akal dilibatkan dalam setiap ruang baik ruang dunia maupun akhirat.

Kesadaran yang mendalam tentang dirinya adalah seorang hamba Allah harus di buktikan dengan aktifitas sesuai aturan tuhan-Nya selama dia masih hidup, bahkan sudah menjadi kewajiban ketika dia meyakini tentang Allah adalah Tuhan-Nya.

Namun, ironinya saat ini kaum yang mengaku sebagai hambanya seakan menjadi kaum tuli dalam menerapkan aturan dari Allah, agama menjadi identitas individual yang hanya hadir pada sebatas kartu pengenal semata.

Padahal Perintah Allah tidak hanya pada lingkup ibadah hablu-minallah semata akan tetap menyeluruh bahkan pada titik terkecil dari kehidupan manusia Allah sudah menyiapkan panduannya, lagi-lagi tidak hanya tuli manusia pun banyak yang buta pada petunjuk Rabb-Nya.

Untungnya ada segolongan manusia yang sadar dengan berbagi kesadaran untuk kembali melihat dan mendengar seruan Allah, mengembalikan manusia menuju kepatuhan yang nyata pada syariat Allah.

Namun tidak hanya buta ternyata juga tuli dengan seruan dan ajakan dari orang-orang yang menyampaikan kebaikan.

Bersambung

  • view 170