Bayangan Bulan (Prolog)

Entahlah ~
Karya Entahlah ~ Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2016
Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )

Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )


Kategori Acak

2.4 K Hak Cipta Terlindungi
Bayangan Bulan (Prolog)

Cinta sejati membawa damai, ia tidak akan menyakiti. Kisah ini melukai banyak hati. Bagaimana aku bisa meneguk kesejukan cinta sedangkan ada seseorang yang tengah berjuang melepaskan diri dari siksa dahaga? Keegoisan ini telah membuat lubang yang menganga pada tiap hati yang tersakiti.

Cinta yang sesungguhnya adalah syariat, bukan semata-mata gulungan rasa yang menggelegak. cinta yang mendamai, tidak semata berlumur rasa, namun penuh syukur. Cinta dan bahagia, cinta yang tulus ikhlas Lillahita?ala semata.

jika cinta adalah ingin memilikimu, bersamamu, tanpa memikirkan pihak lain alangkah egoisnya aku. Sedangkan sejatinya kita tak pernah memiliki apapun. Semua adalah pinjaman yang mesti kita Ikhlaskan saat Sang Pemilik mengambilnya.

Duhai Dzat Yang Maha melesirkan cinta, cerita cinta seperti apakah ini? memang berat ketika diri ini akan meninggalkannya, melihat kisah lalu yang sangat membuatnya bahagia sepertinya diri ini memang harus untuk segera pergi. memasrahkan semuanya atas kehendakMU. tetapi, di sisi lain akankah hamba ini mampu membawa bahtera yang telah terkoyak badai ini berjalan dengan anggunnya tanpa adanya hambatan?

Ya Rabb, Ya Muqollibil qulub, hamba berada dalam kebimbangan, terkadang hamba sanggup untuk menegakkan layar, namun hamba sering kali diterpa topan. topan yang tiba-tiba datang entah dari mana asalnya. topan yang membuat keraguan demi keraguan itu muncul kembali.

Hamba tak tau harus bagaimana? apakah harus menjadi air yang hanya mengikuti derasnya aliran itu? apakah harus mengikuti terjangan angin yang entah kemana akan membawa hamba pergi? apakah hamba sanggup untuk menjaga?

  • view 195