Bayangan Bulan (Pelangi itu)

Bayangan Bulan (Pelangi itu)

Entahlah ~
Karya Entahlah ~ Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2016
Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )

Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )


Kategori Acak

3.2 K Hak Cipta Terlindungi
Bayangan Bulan (Pelangi itu)

?Adik, cita kita bagai bagai laut selatan. andai kakak adalah ombak, adik adalah pantai. Pantai yang selamanya setia menunggu ombak datang menyapa. Jika kakak adalah hujan, adik adalah pelangi. Pelangi yang senantiasa menunggu hujan reda untuk menampakkan dirinya. Berjanjilah?.? Pesan ini bagai mengalir dalam nadinya

Dikisahkan dalam sebuah hikayat abadi tentang cinta. Sejak jaman Rasulullah begitu banyak kisah yang menjadi teladan kita, umat akhirul zaman. Kisah cinta sejati ummu Khadijah terhadap Rasulullah, kisah cinta Terhadap Ummu Aisyah yang menggebu-gebu, serta cerita cinta Salman Al Farishi yang menyedihkan sekaligus menggambarkan kekuatan.

Risti, Seorang gadis yang memang manis meskipun tanpa make up, apalagi saat tersenyum dan menunjukkan pipi dekiknya. Sekiranya gerimis tak sering menggurat di wajah manisnya, niscahya sinar matahari akan meriap dari sinar matanya yang bening.

Waktu, apakah dia berupa? tergantung bagaimana perlakuan kita. Ketika kau menghargai hadirnya, kau suguhkan suguhkan hidangan terbaik yang tidak akan membuatnya kecewa, maka waktu akan memberimu imbalan berupa pencapaian. Sebaliknya, jika kau sia-siakan dia, tak kau pedulikan ada atau tidaknya dia, maka tunggu saja waktu akan menelanmu dalam penyesalan. Terdengar kejam, tapi memang begitu adanya.

Ia melindas, meningga;kan sobekan catatan masa silam yang membuat manusia berada antara dua pilihan, tenggelam dalam hisapan masa lalu yang membelenggu ataukah menyusurinya sejenak sembari memungut kembali serpihan asa dan semangat sebagai lentera masa depan.

Risti, gadis istiqamah, pendiam, bagaikan magnet dan mempesona banyak hati. Risti yang tak banyak tingkah, bersahaja, dan gemar beribadah bukan merupakan tipe wanita yang berambisi mengejar karir.

Semenjak ia tak pernah mendapatkan surat dari seseorang itu, raut mukanya berganti-ganti. Terkadang dia tersenyum seolah-olah sedang membaca berita gembira, terkadang ia menekur seolah sedang menembusi belantara suatu masa. Tak jarang air matanya jatuh seolah kepedihan tiba-tiba menyerangnya.

Risti semakin sering membuka kotak itu, mengeluarkan seluruh isinya yang berupa lembaran-lembaran kusam yang telah menguning beberapanya. setumpuk surat, Risti sering kali membacanya selepas shalat. ?Ya Rabb Ya Jabbaar? kau yang memiliki samudra kehidupan, hamba mohon hanyutkanlah perahu hamba menujui sang pemilik lentera?

Kini dia lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam sepertiga malam sambil terisak dengan Al-Qur?an dalam pelukannya, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dalam beribadah. Yani terbangun karenanya.

?Ris, kamu kenapa? jangan seperti ini, aku turut sedih melihatnya?

?Ada apa Ris? ceritakan padaku apa yang sebenarnya tengah kamu simpan??

?Aku tidak bisa yan, aku tidak bisa??

?Apa ini karena kotak itu? karena surat-surat itu? kamu selalu seperti ini jika telah membacanya, kenapa? Apa boleh aku membacanya??

?Tidak Yan,jangan sekarang. aku belum siap. aku belum sanggup berkisah. suatu saat kamu pasti akan tau??

Yani menghela nafas panjang, sorot matanya penuh iba. Sejenak angannya kembali pada masa lampau, dimana risti yang selalu berbinar saat menerima surat demi surat dari nenek, lalu setahun kemudian ia menjadi pendiam, wajahnya menggerimis saat dia kembali dari tempat nenek dengan tangan hampa. Mungkinkah ada hubungannya dengan itu?

?oke tak apa,tapi tenangkan dirimu Ris, kamu yang selalu mengjariku untuk sabar dan tegar. Aku seperti sekarang berkat kamu, berkat contoh-contoh kebaikan yang kamu lakukan, aku melihatmu yang begitu istiqamah, kamu seperti beringin yang kokoh, kamu tak mudah tergoda, jangan seperti ini Ris, Please??

Pagi, adalah waktu yang paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah telah terlampaui lagi. Pagi,berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi, malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.

?

Kupu ? Kupu berterbangan.

Melintas di hamparan bunga.

Semerbak wangi melambai.

Menjanjikan kebahagiaan.

Kabut memenuhi langit-langit.

Putih indah mempesona.

Embuh merekah kemilau.

Menjanjikan kebahagiaan.

Cahaya mentari pagi.

Melintas di sela dedaunan.

Berlarik-larik mengambang.

Menjanjikan kebahagiaan.

?

----- Bersambung -----

  • view 296