Bayangan Bulan (Perubahan itu)

Entahlah ~
Karya Entahlah ~ Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2016
Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )

Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )


Kategori Acak

2.3 K Hak Cipta Terlindungi
Bayangan Bulan (Perubahan itu)

Hanya eja satu kata

Namun berpunya selaksa berjuta makna.

Hadirnya bagai srimayanti sambut sang permaisuri

Lembut wajah terkasih pun perlahan meninda hati

ulas senyumnya bagai air hujan berair suci

Angan cedayam bersamanya tertatih pasti

Indah terasa menduai hari dalam kecandaan

Ikrar janji seia dan sekata pun suci ternisbatkan

Guratkan lukisan pelangi kelindan kehidupan

Bersenyawa? Hatta kelak maut meragungkan

  • Ririn Rahayu

?

Sejak perkenalan dengan Risti, pemuda yang gemar menampakkan wajah muram itu kini hari-harinya ceria, bilah-bilah gelar bambunya yang membuatnya tak nyaman tidur pun sekarang tak ia pikirkan meskipun terasa keras di punggung. Malah dia bersyukur, sebab tidur yang tak nyenyak membuat lebih mudah belajar bangun malam.

Ceramah demi ceramah Ustadz Ainu kini dia hadiri tak pernah absen seperti sebelumnya. Begitu adzan berkumandang dia telah berdiri di shaf paling depan. Sahabat sekamarnya pun dibuat takjub atas perubahannya, berulang kali ia berucap syukur hamdalah.

?Alhamdulillah.. aku senang melihatmu yang sekarang, rupanya Allah berkenan membuka pintu hidayahnya untuk mu, semoga aku turut dapat pahala karenanya?

?Ye? memangnya aku gak boleh berubah lebih baik??

?Iya tentu saja boleh?

?Tapi kamu jangan GeeR ya,bukan karena kamu kok?

?Ya iyalah Uda, malah itu yang benar, berubah lebih baik itu namanya hijrah dan itu harus karena Allah gak boleh karena apa dan siapa?

?Oh ya??

?Iya lah?? Uda pun tak berucap,seolah sahabatnya itu sedang menyindirnya.

?

?Kim, kamu pernah ngobrol dengan Risti??

?Risti yang satu kos dengan kita??

?Iya, yang mana lagi memangnya??

?Belum Da,kenapa? kalau papasan jalan ya sering. Tapi ya sekedar sapa saja. Bukankah kamu yang sering berangkat sekolah bareng sama dia??

?Risti itu?. hmmmm?

?Halah, bilan aja cantik kan??

?Begitulah Kim,Hadirnya senantiasa membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya. Kamu lihat sajalah Kim. Banyak banget kebaikan yang muncul berkat Risti?

?Wah, segitu amat pujian kamu. Da? Hidayah itu datangnya dari Allah, bukan dari Risti, awas syirik?

?Syirik? apa maksudmu?

?Ya gimana gak syirik? coba lihat kamu, sejak kapan kamu jadi gini? kamu rajin ikut ceramah, rajin shalat jama?ah, sejak kenal Risti kan? Nah loh!!!?

?Jadi maksud kamu aku berubah karena Risti??

?Ya jelas lah, berubah itu karena Allah, dan jangan karena orang lain. Syirik itu namanya!?

Uda tak berucap, seolah-olah ucapan Rokim seperti menohoknya dua kali. Dicerna baik-baik kata-kata sahabatnya itu. Iya, memang benar. Setelah mengenal Risti.

?Masa seperti itu syirik namanya??

?Lah, yang lebih baik banyak. kenapa harus Risti? apa Pak ustadz belum cukup? Ngaku aja kamu jatuh cinta sama Risti!?

?Ngomong apa sih kamu Kim? sudah sana aku mau tidur, jangan ganggu!!!?

Uda merapatkan bantal ke kepalanya, gerutuan Rokim yang masih ingin menceramahinya sama sekali tak dia hiraukan, apa yang baru disampaikan tadi cukup ampuh menancap dalam hatinya.

Ya Allah, apakah benar hambamu ini telah berbuat syirik kepadaMU?

Salahkah jika karena hamba mengenal Risti hamba merasa begitu ingin memperbaiki diri di hadapanMU?

Malam inipun Uda tak bisa tidur. Matanya enggan memejam. Mengapa Risti? mengapa selalu dia yang membuat semangatnya berkobar-kobar untuk memperbaiki diri?

  • view 217