Bayangan Bulan (Pertemuan itu)

Entahlah ~
Karya Entahlah ~ Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Januari 2016
Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )

Cerita Bersambung ( Bayangan Bulan )


Kategori Acak

2.1 K Hak Cipta Terlindungi
Bayangan Bulan (Pertemuan itu)

Risti hendak meninggalkan masjid, mendadak seseorang menyapanya.

"Assalamu'alaikum risti"

"Wa'alaikumsalam... hmmm siapa ya?"

"namaku Uda, aku tinggal di rumah pak Ustadz juga"

Mereka adalah salah satu penghuni indekos rumah Pak Ustadz Ainu yang sembari memperdalam ilmu agama.

"Oh ya? maaf aku belum hafal"

"iya tidak apa-apa. Oh ya,kita satu sekolah lo. tapi beda kelas"

"Masya allah... Koko sampai aku gak tahu ya?"

"Iya gpp, terima kasih ya Risti sudah mau berkenalan denganku."

"Iya, sama-sama.. aku juga senang punya teman satu sekolah di sini, aku pamit dulu ya. assalamu'alaikum..."

?

Seutas senyum melengkung di bibir risti, sepasang lesung pipit mendekik menyempurnakan paras manis. berbalut kerudung merah hati.

"Wa.. Wa'alaikumsalam Risti... gadis itupun hilang dari balik pintu...

*)

"Ris..... Tunggu...!!!!"

uda berlari menghampiri Risti yang telah berada di depannya sekitar 50 meter.

"Hai uda" sambut Risti yang hanya menoleh sekejap dan kembali memalingkan pandangannya lurus ke depan.

"Aku pikir kamu berangkat siang"

"Nggak Ris, aku kepingin berangkat pagian, biar bisa belajar dulu di kelas kayak kamu."

Risti tertawa, kali ini menampakkan sederet gigi putih nan rancak, senyum yang semakin manis seperti lengkungan pelangi sesusai halau mentua mereda. Dari kejauhan Yani melambai-lambai..

"Hai Risti... Hai Uda... Kok kalian bisa barengan?"

"Loh kalian kenal?"

"Iya, Uda ini teman satu kelasku Ris.."

"oh... begitu, baru tahu aku. Uda ini ternyata sama-sama kos di rumah Ustadz Ainu. alhamdulillah ya kita bertambah sahabat tanpa sengaja"

Kemudian kedua gadis ini pun asik berbincang tanpa memperdulikan keberadaan Uda, demi mendengar percakapan Risti dan Yani, Uda merasakan Keterpesonaan yang semakin dalam. Seakan wanita-wanita yang dulu pernah didekatinya pun sama sekali tidak membuatnya terusik, tapi Risti? entahlah....

Rasanya belum lama ia mengenal Risti tapi pesonanya seperti maghnet yang mampu menyeretnya dalam ketertarikan. "Ah... Risti... apakah ini yang namanya Falling in love? gandrung setengah mati? hahahahaa... "

?

  • view 231