SEPENGGAL FAKTA SEJARAH

Entahlah ~
Karya Entahlah ~ Kategori Ekonomi
dipublikasikan 08 April 2016
Hanya Catatan

Hanya Catatan


Corat - coret

Kategori Acak

7.7 K Hak Cipta Terlindungi
SEPENGGAL FAKTA SEJARAH

Melihat dengan sebenarnya KRISIS MONETER tahun 1997. Uang rupiah kita anjlok dari nilai 90% hingga 400%, bahkan lebih dari itu.

Karena waktu itu uang kita anjlok, secara logika: ORANG LUAR AKAN BERLOMBA-LOMBA MEMBELI ASSET BANGSA KITA. Karena apa? Uang kita merosot drastis, uang mereka melesat tinggi (terhadap uang kita).
?
Misalnya, harga sepatu produk Indonesia semula satu unit seharga 10 dollar Amerika, kemudian merosot jadi 2 dollar Amerika. Berarti, dengan uang 10 dollar mereka bisa mendapatkan 5 pasang sepatu yang sama kan.

Mereka mendapat kenaikan nilai mata uangnya dengan mudah. Sementara kita harus bekerja 5 kali lebih lama, 5 kali lebih kuat, 5 kali lebih keras UNTUK HASIL YANG SAMA.
?
Anda paham kan?

Waktu itu kami merasa ketakutan jika asset-asset negara itu pada diborong orang asing. Ya gimana lagi, nilai rupiah sedang ancur-ancuran.
?
Tapi hebatnya, saat tahun 1997, 1998, 1999, sampai 2000 (atau 3 tahun usia Krisis Moneter); tidak tampak pembelian asset-asset negara kita secara besar-besaran.

TAPI... momen "panen raya" dimulai setelah 3 tahun kemudian, sampai hari ini. Jadi mereka mulai borong-borong asset bangsa kita sekitar 3 tahunan setelah krisis berlangsung.
?
Di zaman Megawati menjadi Presiden, waduh apa saja dijual. Termasuk kapal tanker Pertamina yang baru dibeli dari Jerman Timur, dijual juga dengan harga murah. Katanya, "Untuk menutup defisit anggaran."

TERNYATA... Orang asing pun "pake otak" kalau mau menjarah ekonomi bangsa kita. Mereka menunggu momen terbaiknya. Mereka tidak "main sikat" saja. Tapi pakai strategi.
?
Dan sayang sejuta sayang... Untuk bangsa kita. Kaum Muslimin yang katanya "khairu ummah" ini. Kita tidak paham masalah seperti ini. Asset-asset bangsa kita keluyuran ke mana-mana, tapi kita tidak paham; apa itu, kenapa, dan kita mesti bagaimana?

Misalnya ada skandal "Panama Papers" yang mendorong pemerintahan Mister J-Low ingin memberikan "pengampunan pajak". Kalau di sebuah negara yang rakyatnya sehat afiyat, lahir batin. Tidak mungkin terjadi hal seperti itu.
?
Maaf, agak curhat...
Irhamna ya Arhama Rahimiin.