Aku dan Dia Sama

Kamila Luqman
Karya Kamila Luqman Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 April 2016
Aku dan Dia Sama

Aku dan Dia Sama

Aku salah satu mahasiswi di universitas ini. Ya universitas yang sangat unik dan jauh berbeda dengan kampus lainnya. Aku memilih jurusan ekonomi syariah agar aku bisa memperbaiki keterpurukan ekonomi negara kita tercinta ini dengan cara-cara dan metode yang menurut ku ampuh. Tidak hanya keinginan dari ku saja, musyawarah dan istikharah yang sangat serius pun dilakukan kedua orang tuaku sebelum aku masuk dan mendaftarkan diri di kampus ini yang sangat unik ini.

2 tahun dikampus, 2 tahun belajar, 2 tahun sibuk dengan presentasi yang tidak akan pernah ada habisnya dan 2 tahun juga aku mencintai dia secara diam-diam. Ya, aku jatuh cinta kepadanya sejak pertama aku menginjakan kaki dikelas ku, dikelas jurusan ekonomi. Tapi jangan bertanya kenapa aku mencintainya, karena aku pun tidak tau apa jawabannya. Dia kakak semesterku namun dijurusan yang sama, belum pernah rasanya aku menyapanya apalagi dia menyapaku, aku gak tau bagaimana responnya kalau dia tau bahwa aku mencintainya jadi aku hanya diam tidak pernah cerita kepada siapapun kecuali kepada sang Maha Cinta.

Pernah suatu saat dia menggantikan dosen yang tidak bisa hadir hari itu, kebetulan dia asisten dosen di pelajaran akuntansi. Dia menjelaskan dengan baik dan jelas, dan dia tidak rela kalau diantara kita ada yang tidak mengerti. Sangat mengagumkan dan mengasyikan. aku ingin sekali menyapa dia dengan berpura-pura kurang paham.Ketika aku ingin mengangkat tangan ternyata temanku mendahului, aku mengalah, berniat akan bertanya setelah dia. Ternyata waktu habis, perkuliahan diakhiri dan akhirnya waktu yang memisahkan aku dan dia.

Aku pulang dengan wajah murung, karna rumahku dekat dengan kampus aku biasa jalan kaki. ternyata Dia ada dibelakangku menggunakan motor, dia menyapaku dengan membunyikan klaksonnya dan berkata “khadijah, kamu tadi sepertinya mau tanya sesuatu dikelas, mau tanya apa?” aduh, aku jadi salting, pertanyaannya lupa “e..a.. anuh kak, gak jadi nanti saya Tanya ke pak Rudi saja” , “oo ya sudah kalau gitu, saya pulang duluan” huffff akhirnya aku bebas dari gempa hati.

Sampai rumah, aku langsung wudhu mau bertemu dengan sang maha kasih, mau curhat tentang hatiku kepada sang maha membolak balikan hati. Aku selalu berdoa meminta pertolangan kepadaNYA agar dia tau tentang perasaanku, hanya itu saja yang selalu ku pinta setiap aku curhat.

Bulan Mei kemarin tepatnya tgl 09, aku punya jam kuliah sore. jadi shalat ashar dirumah dulu sebelum berangkat kuliah. Aku mampir ke perpustakaan untuk cari referensi tugas presentasiku seminggu lagi, setengah jam cari buku aku lihat dia juga ada di perpustakaan, tapi di rak yang berbeda. Aku ingin sekali menyapanya, aku tarik nafas dalam-dalam “kkkaa” belum saja aku menyapa, ada teman kelasku yang menghampiri dia duluan, sepertinya dia menanyakan sesuatu. Aaaakkhhh gagal lagi ingin menyapa dia. Aku lanjutkan cari buku di rak lain dan cepat-cepat keluar. sungguh mengecewakan.

Selama itu, aku gak mau lagi menyapa duluan kepada dia. Aku mengubah doaku kepadaNYA, jika sebelumnya aku meminta agar dia tau tentang perasaanku sekarang aku hanya pasrah dan tawakal kepadaNYA “kalau jodoh gak kemana”, ya itulah kata ibu.

Sampai pada akhirnya, tanggal 06 agust 2015adalah acara wisuda dia. Aku gak tau harus merasa gimana, senangkah? Sedihkah? Tepat sekali aku ditugaskan untuk menjadi MC di acara wisuda, aku senang bukan main ketika aku dipilih atas tugas itu yang aku pikirkan hanya bahwa aku bisa melihat prosesi wisudanya.Melihat dia tersenyum, dia memeluk teman-temannya dan aku akan mengucapkan selamat kepadanya. Tapi semua itu hanya bayanganklu sebelum acara saja. Aku terpenjara dalam kataku sendiri.

Selesai acara, aku berlari mencarinya di gedung tapi gak ada, aku belari keluar, ternyata dia sedang berkumpul dengan keluarga besarnya dan aku ketahuan melihatnya. Aku langsung pura-pura memanggil temanku yang kebetulan diluar juga. deg !!! dia memanggilku, aduhhh aku canggung gak bisa noleh, “khadijah, mau kemana? Buru-buru sekali? “emm iya kak, masih mau bantu-bantu beresin gedung. Saya duluan kak” aku langsung saja lari tergopoh-gopoh, takut ketahuan kalau aku gemeteran dipanggil dia.

Acara wisuda sudah menjadi kenangan sebulan yang lalu, sepi rasanya di perpustakaan gak ada dia. Aku kadang hanya sebentar masuk lalu keluar lagi, gak ada semangat untuk baca. sebentar lagi aku akan mengerjakan skripsi juga, ingin sekali ditemani dia, konsultasi sama dia dan biarkan dia jadi pembimbingku.??? Akhirnya, aku memutuskan untuk berlibur ke malang bersama teman-teman. Tapi ya harus melewati proses perizinan dulu ke ibu dan bapak dan itu tidak mudah .

2 hari di malang, aku mulai bisa mengurangi beban pikiranku tentang dia. Aku sangat menikmati liburanku. Aku dan teman-temanpergi ke jombang ziarah ke makam gusdur. Ya, tak ada maksud lain hanya mengharap barakah dari beliau dan ridho Allah. Aku masih saja menyelipkan namanya didalam setiap doaku, masih berharap dia akan kembali kepadaku dan benar-benar dia yang terbaik untuk masa depanku.

Akhirnya aku pulang kerumah dan hanya tinggal beberapa kilo lagi aku akan sampai. Aku mendapatkan hpku bunyi dan itu dari bapak. Katanya aku disuruh cepat-cepat pulang karna ada sesuatu yang harus dibicarakan. Aku sama sekali tidak terpikirkan bahwa ada sseorang yang melamarku, hingga akhirnya aku sadar kalo itu nyata. Aku mendengarkan secara seksama perkataan ibu “Dia asli jombang nak, tapi tinggal di Garut. dia sarjana dikampus yang sama denganmu. Dia sekarang hanya menunggu jawaban darimu, namanya Haris” aku terkejut bukan main, merasa gak percaya kalo orang yg selama ini aku sukai hari ini dia melamarku. Aku mengangguk tanpa pikir panjang, ya Allah… inilah rahasiamu…

Malam ini tgl 06 desember 2015 adalah malam pertama aku satu kamar dengan orang asing. Ya biasanya aku tidur sekamar dengan adekku satu-satunya dan sekarang dengan siapa lagi kalau bukan dengan dia, mas Haris. Dia menyodorkan aku sebuah kertas, “ini surat cintaku padamu dek, surat pertama yang aku kasih ke kamu namun ini berisi semua perjalanan hidup kita lebih hususnya lagi semua perasaanku kepadamu” aku penasaraningin cepat membukanya, malam ini serasa dunia milik kita berdua.

Untuk bidadariku yang akan menemaniku sampai ke surga insya allah ...

Tahukah engkau sayang …ini adalah surat pertamaku untukmu namun inilah yang menjadikan kita abadi insya allah.

Tahukah engkau sayang … aku mencintaimu sejak aku melihatmu ketika OSPEK, diam-diam aku memperhatikanmu dari jauhterkadang dari kantin, perpustakaan, dan terkadang juga ditaman. Aku melihat ada yang berbeda disetiap gerak-gerikmu. Aku senang ketika mendengar kabar bahwa kamu masuk di jurusan yang sama denganku, karna aku tau hatiku akan semakin dekat dengan hatimu. Ketika aku ditugaskan oleh dosen untuk menggantikan beliau dikelasmu, aku merasa senang dan nervous bukan main karna aku akan melihatmu dan menatap indahnya matamu, aku sangat berharap kamu akan mengacung dan mengajukan beberapa pertanyaan kepadaku, aku menunggu itu namun aku melihat kamu didahului temanmu. Aku gak putus asa, aku percepat jawabanku agar kamu bisa bertanya setelah dia namun waktu yang mengharuskan aku mengakhiri jam kuliah saat itu.

Aku berat sekali keluar dari ruang kuliahmu karna aku ingin berbicara denganmu sekali saja. Karenanya aku beranikan diri untuk menyapamu dijalan aku bingung mau bicara apa hingga akhirnya aku pura-pura menanyakan tentang pertanyaanmu dikelas, tapi ternyata kamu jawab lupa, padahal aku ingin lama-lama didekatmu dan mengajakmu pulang bareng, aku lihat wajahmu murung akhirnya aku undurkan niat itu.

Pernah ketika aku di perpustakaan aku melihatmu bingung mencari-cari buku, setengah jam rasanya kamu disana. Ingin sekali aku menanyakan buku apa yg kamu cari dan mencarinya bersama-sama, tapi aku gak berani takut mengganggu kesibukan kamu. Aku perhatikan saja kamu sambil mengumpulkan tenaga untuk bisa menyapamu, hingga ada adek kelas yang menanyakan pelajaran ke aku. Setelah aku lihat lagi ternyata kamu sudah keluar.

Dan sejak itu juga, aku jarang melihatmu entah kemanakah kamu sayang … aku merasa hari-hariku kosong, aku tak pernah menceritakan perasaan cinta ini kepada siapapun kecuali kepada sang maha cinta. Aku hanya mendoakanmu, semoga saja kamu bisa tau perasaanku dan aku akan mencintaimu dengan indah ... ingin sekali cepat-cepat menjadikanmu sebagi kekasih halalku. Kalau jodoh gak bakal kemana ... itulah kata keluargaku.

Aku senang ketika mendengar bahwa di acara wisudaku MCnya adalah kamu, yang aku pikirkan bahwa aku akan melihat mu selama prosesi wisuda. Jauh sebelum itu, aku sudah menceritakan tentangmu kepada keluargku, bahwa aku mencintaimu … dan ketika acara wisuda selesai,tiba-tiba aku melihat kamu keluar dari gedung dengan terburu-buru. Aku ingin kamu berkumpul ditengah-tengah keluargaku, aku panggil kamu dan ternyata kamu masih sibuk dan benar-benar tidak sempat untuk duduk bersama keluargaku. Akhirnya aku memutuskan untuk langsung mengkhitbahmu setelah aku mendapat pekerjaan. Aku gak peduli apakah kamu menyukaiku atau tidak, aku tetap bertekad untuk menjadikanmu kekasih halalku.

Dan tibalah pada malam dimana kau membaca surat cinta yang telah lama aku pendam ini. Khadijah … aku mencintaimu …apakah kamu juga mencintai ku? apakah kamu mau menerimaku sebagai kekasihmu ?

Aku tak kuasa menahan tangisku, aku menangis dalam pelukannya. Ya Allah ... aku percaya akan janjimu atas doa-doa hambamu. Kau tidak akan pernah meninggalkan hambamu yang lemah dan selalu memohon kepadamu. Aku mencintai dia karena engkau yang memberi perasaan ini, ternyata selama ini aku dan dia sama-sama saling mendoakan, sama-sama merasakan sakitnya memendam perasaan, kerinduan dan kasih sayang tapi kini kami yakin atas keajaiban doa dalam mengungkapkan cinta Subhanallah...

Saling mendoakan itu indah... ^_^

Created by: Kamila Luqman

 

 

  • view 290