Air Mata Cinta Yang Ternoda

Anna Pryana
Karya Anna Pryana Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Juni 2016
Air Mata Cinta Yang Ternoda

Mencintaimu, bukanlah hal terencana
Kau masuki ruang hatiku yang terdalam, hadirmu begitu saja
Kau sampai pada singgasana hati yang lama kubiarkan hampa
Pendakianmu berujung pada tahta tertinggi menyaingi segala rasa yang ku punya

Kepadamu, kuserahkan segalanya yang kupunya
Rasa, cinta, jiwa dan raga atas nama cinta
Kuletakkan kau sebagai mimpi yang paling utama
Tak ingin sekalipun terlepas, kupegang erat engkau sedemikian rupa

Khayalan tentang masa depan indah berdua
Membangun cinta sempurna dibawah janji angkasa
Bersama kita mencoba mencapai asa
Menyongsong mahligai kisah kasih sejahtera

Wanita sepertiku tak ada daya upaya
Kebodohan yang tak terkira terlanjur ada
Tak ada lagi yang tersisa selain noda karna cinta
Ketika kau ternyata tak bisa lagi memegang asa yang sama

Lalu kau kira aku ini apa, sayang?
Kau buang begitu saja setelah kau sesap madunya
Kau jahat tak berhati tak memiliki rasa iba
Meninggalkanku karna titah orangtua

Kemana janjimu tentang asa berdua
Sudahkah kau kira cukup kita berupaya
Meski sampai detik ini tak ada kata
Tak ada restu mereka untuk cinta kita

Lalu ini cinta atau apa, sayang?
Bukankah kita ingin menghapus noda ini bersama?
Bukankah kau pun ingin menyulam kehidupan ini berdua?
Kenapa kau katakan kita tak ditakdirkan untuk bersama??
Setelah apa yang sudah kita jalani berdua, setelah tinggi harapan yang menjelma
Kau tikam begitu saja dengan kata menyerah semata

Tidakkah kau punya rasa haru
Aku dan nodaku akan seperti apa setelah kepergianmu
Adakah cinta yang sudi menghampiriku
Setelah ternoda oleh cintamu itu
Tak patutkah aku menuntutmu, lelakiku
Tak patutkah aku meminta pengorbananmu
Bukankah kau bilang, cinta kita layak punya restu?

Terombang ambing hanyut dalam buliran air mata
Semakin dalam terasa getaran rasa
Terbang jatuh terpelanting menyongsong asa
Melesat jauh keatas purnama,merana
Hati yang semakin tersandra pada jeruji hatimu yang memenjara

Mudah kau bilang ikhlaskan saja cerita kita
Karna tak jua kau mampu menentang titah orang tua
Akhirnya hanya tersisa air mata penuh lara
Mendekap rasa yang mengiba, karena cinta ternoda

 

.kacausang-

  • view 189