Teknologi Sebagai Kambing Hitam

Just Ais
Karya Just Ais Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 April 2016
Teknologi Sebagai Kambing Hitam

??....... Berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan pemuda.? Kata Bung Karno. Kepercayaan yang sangat tinggi terhadap golongan muda. Seakan ? akan semua pemuda bisa melakukan apa saja. Cukup dengan bismillah, pemuda pasti akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Pemuda, merekalah penanggung harapan masa sekarang dan pembawa tanggung jawab masa depan. Puluhan atau bahkan ratusan ucapan maupun tulisan yang menyanjung mereka. Terselip sebuah harapan untuk mereka agar menjadi pemimpin dan pembawa keajaiban di masa depan.

Setelah banyak harapan dihadapkan kepada mereka, kenyataan masih belum memberi persetujuan penuh terhadapnya. Ketika pemuda diharap menjadi pemimpin kebaikan, di antara mereka malah membawa petaka. Ketika diharap membawa perkembangan, malah menimbulkan degradasi. Namun, tetap saja para pengharap keajaiban masih membebankan semua itu pada mereka.

Degradasi yang dimaksud ialah penurun kualitas. Sesuatu yang semulanya dianggap baik lalu pada akhirnya dianggap sangat buruk, begitulah degradasi. Dalam hal ini, degradasi yang dimaksudkan ialah degradasi moral kaum pemuda. Mereka yang diharapkan menjadi pemimpin di masa depan. Namun, kenyataannya mereka masih labil, dan mudah terpengaruh dengan segala doktrin baru. Alhasil, banyak diantara mereka yang tersesat ke jalan yang tidak diharapkan.

Sering kali ketika penulis membaca artikel yang bertema sama, banyak diantaranya yang mencantumkan perkembangan teknologi sebagai penyebab utama dari degradasi moral tersebut. Perkembangan teknologi yang pesat, tidak digunakan dengan benar oleh beberapa pihak. Salah satunya yaitu pemuda tersebut. Mereka yang telah mengetahui dan diracuni sisi gelap perkembangan teknologi, tak bisa mengontrol diri mereka.

Begitulah pandangan kebanyakan orang. Tetapi, faktor terbesar dari degradasi tersebut sebenarnya bukanlah teknologi. Marilah kita meluangkan waktu untuk berpikir sejenak. Apa yang sebenarnya menjadi faktor menurunnya moral remaja? Mungkinkah itu teknologi? Teknologi yang sejatinya hanyalah benda mati yang dibuat dengan tujuan mengembangkan peradaban manusia?.

Mungkin sih mungkin, namun belum pasti. Teknologi yang ada sekarang, telah menyebar ke hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari direktur sampai kuli bangunan pun sekarang menjadikan smartphone sebagai barang wajib di kantungnya, tak terkecuali kaum remaja. Teknologi juga tak memandang umur, anak SMP atau bahkan SD sekarang merasa ?kuper? jika tak mempunyai akun path, instagram, BBM dan lain ? lain.

Remaja tersebut pun menggunakan sosmed tersebut sebagaimana fungsinya, yaitu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berkenalan, bertukar pesan, sampai pacaran, bisa dilakukan menggunakan sosmed. Salah kah mereka jika menggunakan sesuatu sesuai fungsinya? Tentu tidak, menurut penulis yang perlu diperhatikan ialah, mengapa mereka yang seharusnya fokus untuk belajar, meraih mimpi atau pun hal ? hal lain yang akan menjadikan mereka pemimpin di masa depan, malah selalu fokus pada gadget dan sebagainya ?.

Dari mana mereka mendapatkannya? Adakah seseorang yang membolehkan mereka mempunyai gadget tersebut? Jika boleh, mengapa? Jika dikatakan ada hal ? hal yang positif, tiada kah hal yang negatif? Jika hal negatif tersebut bisa dikontrol, siapa yang mengontrol? Masih banyak lagi pertanyaan yang terlontar jika kita tidak hanya berusaha menyalahkan teknologi.

Rumput liar jika hanya dicabut bagian atasnya akan tumbuh kembali, maka cabutlah sekalian akarnya agar rumput tersebut hilang. Begitu juga masalah degradasi moral remaja ini, jika kita tidak mencari tahu apa yang menjadi faktor utama penyebabnya maka hal ini tidak bisa diselesaikan. Cari sumber dan pikirkan solusi, jika memang para pembaca yang terhormat masih berharap kepada kaum remaja.

Para remaja memang sudah bisa berpikir, memang sudah bisa membedakan benar dan salah, tapi apa salahnya menemani mereka dan menyelesaikan masalahnya. Toh, mereka juga generasi penerus yang diharapkan.

  • view 125