Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Tokoh 16 Februari 2018   17:14 WIB
Pak Aji, Dosen Tua Tenaga Muda

DOSEN INSPIRIT, Tua Tapi Muda

       Pak Aji, begitu panggilan mahasiswa-mahasiswi di kalangan Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (JPTE FT UNM) terhadapnya. Semester ini beliau mengajar di kelas kami sebagai dosen pengampu Matakuliah Teknik Tegangan Tinggi (T3). Ciri utama beliau adalah selalu memakai peci di kepalanya.
        Pertemuan pertama saya dengan beliau bisa dibilang unik dan menegangkan. Beliau yang di kalangan JPTE FT UNM dikenal sebagai sosok yang keras langsung mengatai saya sambil berjalan, "kamu masuk di ruangan, enak saja" lalu beliau pergi. Kata-kata yang membingungkan sekaligus mendebarkan hati dan pikiran. Seolah-olah saya telah melakukan kesalahan, padahal ini pertemuan pertama saya dengan beliau. Ahirnya saya menuruti perkataannya dan masuk ke ruang kuliah yang terisi mahasiswa yang sedang kuliah.
        Dalam ruangan, saya bertanya ke salah satu senior tentang matakuliah yang sedang berlangsung, katanya matakuliah Transmisi Tenaga Listrik(TTL). Saya menjadi bingung. Akhirnya saya duduk dan menunggu sampai beliau kembali.
         Saat beliau kembali, ia langsung memulai perkuliahan, tapi memulai dari awal. Katanya, dua matakuliah digabung dalam satu perkuliahan. Saya pun bingung lagi.
              Lalu beliau mulai menperkenalkan diri. Di saat itulah saya kagum pada beliau, ia berkata
"Terima diri saya apa adanya"
"Saya keras dan suka menampar"
"Saya mengajar sambil berjalan"
"Saya menjelaskan lalu bertanya"
"Jangan marah pada saya jika saya selesai menjelaskan, lalu bertanya kepada Anda dan tidak bisa dijawab lalu saya tampar pakai peci"

       Sungguh kata-kata yang begitu murni. Kata-kata yang begitu seadanya dan begitu seharusnya. Lalu beliau melanjutkan,

"Jika ada yang bertanya, mengapa MK T3 saya gabung dengan MK TTL, jawabannya adalah yang ditransmisikan adalah tegangan tinggi"

Lalu beliau melanjutkan,
" Saya tidak setuju jadwal T3 pukul 11.50, karena itu mendekati Shalat Dzuhur. Tidak beres adminnya ini"

Dari situlah saya merasa kagum dan bangga memiliki sesosok dosen yang luar biasa baik dalam pikiran dan tindakannya. Apalagi setelah itu, beliau memberikan materi kuliah yang unik karena mahasiswa "dipaksa" aktif dan ditanyai satu per satu sampai perkuliahan selesai.
       Saya merasa bangga, di zaman yang mana pengajar dalam hal ini dosen, kebanyakan membawakan materi secara monoton dan pasif, ternyata masih ada dosen yang bagaikan " Sumur Yang Tak Pernah Kering".  Beliau sangat menginspirasi dan sangat menyenangkan dalam membagi ilmu.
         Beliau membuat mahasiswa harus tahu apa yang sudah diajarkan padanya. Salah satu kata-kata beliau yang saya ingat selalu ketika ada yang ditanya dan menjawab tidak tahu: " Jangan katakan tidak tahu, nanti jadi tidak tahu betulan"



Karya : Jumadil Makmur