Saranglove (1.5)

Revina Julian
Karya Revina Julian Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Desember 2016
Saranglove (1.5)

"Tidak bisa." Ucap Ankaa tegas.
Kang-Jae sedikit kaget dengan penolakan tegas Anka. "Kenapa?" Tanya Kang-Jae.
Bukannya menjawab Ankaa malah menggigit bibir bawahnya.
"Ahh. Kamu sudah punya kekasih."
"Bukan!" Sanggah Ankaa cepat.
"Lalu?"
"Hm... akan menjadi rumit kalau kita terus berhubungan."
"Ada pria yang kau sukai?"
Ankaa terlihat gugup.
"Aku... aku cuma... oh. Aku cuma tidak begitu suka berteman dengan orang terkenal. Yah. Itu. Kamu kan artis. Kamu pasti terkenal. Hehe."
Kang-Jae memerhatikan tingkah Ankaa yang gugup, kemudian tersenyum kecil. "Kau bilang kau tinggal dengan kerabat ayahmu kan?"
"Iya."
"Dia pasti punya seorang anak laki-laki dan kamu menyukainya."
Seperti tertembak oleh peluru kata Kang-Jae, Ankaa memekik kaget.
"Ti-tidak."
"Aigoo. Pasti cinta bertepuk sebelah tangan."
"Ah. Bu-bukan." Sanggah Ankaa panik. "Aku tidak akan menyukai pria Korea. Sungguh. Aku tidak berbohong."
"Benarkah?" Goda Kang-Jae. "Sepertinya tidak begitu..." sambung Kang-Jae.
Dug. Dug. Dug
"Apa kalian baik-baik saja?" Teriak seseorang dari luar pintu lift.
"Ya. Paman penjaga. Tolong buka pintunya." Teriak Ankaa di celah pintu lift seteleh melompat berdiri.
"Bagus." Teriak petugas dari luar. "Aku minta kalian untuk mundur. Kami akan membuka pintu ini."
"Terimakasih." Teriak Ankaa.
Dengan cepat Ankaa membantu Kang-Jae yang duduk untuk berdiri.
"Aku akan mengunjungimu." Bisik Kang-Jae.
***
"Terimakasih banyak. Aku sungguh berterimakasih padamu." Ucap tulus Lee Hyun-Bong pada Ankaa setelah ia mengantarkan Kang-Jae ke apartemen Nyonya Jung dan kembali ke klinik menemui Ankaa yang sebelumnya ia pinta untuk menunggunya.
"Sama-sama." Jawab Ankaa singkat. "Kalau begitu aku permisi dulu."
"Anu. Tunggu sebentar." Tahan Lee Hyun-Bong. "Bisakah aku bicara sebentar?" Tanya Lee Hyun-Bong tanpa bermaksud menunggu persetujuan Ankaa. "Ini soal...".
"Akan aku jaga rahasia ini sampai mati." Potong Ankaa yang sudah dapat menebak ucapan Lee Hyun-Bong. "Tenang saja. Aku berjanji. Sungguh."
Wajah Lee Hyun-Bong melunak. "Syukurlah. Aku takut kamu sama dengan mereka." Bisik Lee Hyun-Bong sembari menunjuk para satpam dengan tatapannya.
Ankaa tersenyum kecut. "Tenang saja. Toh satu bulan lagi aku pergi dari Korea. Jadi semuanya aman." Lanjut Ankaa semakin menenangkan Lee Hyun-Bong. "Akan aku anggap pertemuan tak sengaja ini adalah sebuah mimpi."

_bersambung ke part 2.1_

  • view 160